3 tahun semenjak Tragedi 31 Juli 2007, praktis secara tidak langsung beliaulah tampuk dari hidup keluarga saya. Berjuang sekuat tenaga meneruskan silsilah keluarga dengan status yang sudah berubah menjadi seorang Janda, ya Janda . Janda yang selama 3 tahun ini menginspirasi saya untuk terus giat bekerja dan belajar ( walaupun kuliah sering bolos ..heheh..) .
Di awal 22 desember ini saya sedang merindukan omelannya. Teringat sekali semasa masih sekolah dulu, hampir tiap hari omelan selalu keluar dari mulutnya, mulai dari omelan karena perbuatan saya yang ngga penting, sampai omelan yang benar - benar omelan. Sayangnya tahun - tahun berlalu, atas nama mengikuti kedewasaan, omelan demi omelan berkurang yang berujung tidak ada sama sekali.
Sangat jelas di ingatan, dahulu menganggap keberadaan saya dirumah selalu membuat darah tingginya naik ( sadis banget ini !!! ) sehingga tidak jarang selalu menyuruh saya untuk bermain bermain dan bermain. Kemudian kala pulang malam, beliau membukakan pintu rumah dengan diiringi omelan yang bahkan sampai 2 hari omelan dan serapahnya masih terngiang - ngiang di telinga, itupun interval antara saya mengetok pintu dengan pintu terbuka bisa dibilang lama.
Namun bedakan dengan sekarang, seringkali beliau berkata "mbok kolo-kolo ki prei to nang!!! mbegogok ngomah mengko tak nyet-nyet !!!. Ya nyet - nyet bahasa gaul keluarga kami untuk menyebut pijat. Sebuah kegemaran masa kecil yang sering saya memintanya, namun jarang dikabulkan. Selanjutnya dengan tatapan penuh cinta dan kasih sayang ( serta sedikit belas kasihan ), beliau membukkan pintu rumah setelah tidak lebih dari 10 detik saya mengetuknya, dan ketika masuk rumahpun voilla...!! segelas teh manis di meja selalu sudah tersaji, untuk kembali membuat kerongkongan lembab seusai siaran malam, ending dari aktifitas sehari - hari saya.
Dari sedikit perbedaan habit antara sekarang dan masa lalu diatas, ada 2 kebiasaan yang masih beliau lakukan. Pertama adalah selalu menyiapkan nasi bekal, dan langsung dimasukkan ke tas saya begitu saya mau berangkat ke kampus. Kedua adalah Wejangannya yang nyaris sama " sak sibuk sibuk'e kowe nek mung ndurusi sibuk ora klakon mandek, neng ojo ngasi sibukmu ngalahi sholat karo manganmu le.." artinya adalah kalo berlandaskan atas nama sibuk, kita pasti bakalan sibuk terus, namun jangan sampai karena sibuk, bikin kita lupa sholat dan makan. 2 habit ini bikin saya pengen meluk Ibu !! 1 lagi kebiasaan Ibu yang semakin bikin saya ngga mau melepaskan diri dari pelukan dan belaiannya, adalah seringnya ada uang yang tiba - tiba aja nyelip di dompet saya sadar sebelumnya sudah kosong, ketika saya konfirmasi beliau hanya berkata "kolo - kolo to le,mamak wes suwi ora nyangoni kowe..teko ditompo,ojo sok nolak rejeki !! " jawaban yang bikin hati bergetar.
Masih dalam kondisi kedua pergelangan tangan yang lumayan agak ngilu namun masih saya paksa untuk ngetik, saya jadi teringat tragedi 10 Februari 2010, hari dimana saya mulai menjadi orang cacat. Semakin jelas dipikiran, ketika kondisi kedua tangan memakai Gips, Ibulah orang yang menyuapi saya ketika makan, membantu mengangkat gelas dan mememinumkan air ke mulut saya ketika dahaga melanda, memandikan saya ketika saya ingin mandi, sampai yang nyebokin setelah saya boker !!!, hal tersebut berlangsung selama kurang lebih 2,5 bulan sampai gips saya dibuka.
See..?? banyak sekali pengorbanan yang dilakukan Ibu kepada saya..!! Sama halnya juga dengan kamu yang sedang membaca tulisan ini, sudah banyak saya yakin, yang dilakukan Ibu kamu untuk anaknya tersayang, namun sering kali kita buta dan tidak sadar atas perjuangan beliau dan bertindak semena - mena yang berujung membuat air mata keluar dari pelupuk matanya. Anehnya..walau kadang sering dizolimi oleh anaknya, cinta Ibu kepada anaknya tidak berkurang..!!
I Love U Mom
( satu kalimat yang bahkan masih susah untuk kita ucapkan didepannya secara langsung )
nb : sedikit refleksi untuk yang masih berlaku tidak semestinya kepada Ibu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar