Hari pertama Ramadhan 2012, ternyata masih sama seperti 6 Ramadhan yang lalu. Bangun saur mepet waktu Imsyak tiba, abis itu beranjak ke Radio buat siaran pagi, that's it. Awalnya ngga nyangka sama apa udah kujalani 6 tahun ini, sampai waktu siaran pagi tadi ada yang sms bilang "Pagi bal, makasih ya udah nemenin aku tiap pagi di ramadhan 4 taun ini, berasa makin enak aja ngelewatin pagi, abis subuhan dengerin UTM chaioo" Das.. 1 sms yang membuatku langsung flashback ke 6 tahun yang lalu.
Emang bener, aku mulai masuk UTM Radio, radio tempatku belajar banyak hal sekitar Agustus 2006, setaun kemudian aku lulus SMA, dan Ramadhan datang menjadi ramadhan pertamaku siaran pagi disana, yang Alhamdulilah masih ku nikmati sampai sekarang.
Masih dalam rangka flashback, aku ingat - ingat lagi perjuanganku belajar disini. Belajar bersama dengan teman - teman sejawat gimana siaran yang baik, akhirnya sedikit demi sedikit bisa. Then, ketika yang lain udah stuck cuman belajar siaran doang, aku mulai melirik ruang produksi. Iseng ngeliatin mas are, seniorku dulu, mixing program paket acara ku jalani, dan prakteknya ketika siaran dan ruang produksi kosong, aku beranikan diri buat ngutik - ngutik software Cool Edit Pro, and Finally I can use it !!!
Berikutnya masih terus belajar secara otodidak si bos mencium gelagatku udah bisa mixing. Akupun diplot buat paroan mixing paket acara program. Seniorku yang notabene guru mixingku secara ngga langsung, udah stuck cuman mixing paket acara gituan, aku naik kelas. Aku coba buat mixing sebuah iklan, gimana menjiwai sebuah peran dalam dialog iklan, gimana jadi narator, sampai gimana memilih background music yang pas buat sebuah produk. The story goes on, and I can handle it.
Lagiii, kualitas siaranku yang kata sibos bisa dijadiin panutan, membuatku menjadi mentor buat junior2. Inget banget waktu itu ada Ocha, Dista, Mamet, Lea, Rilly, Bio, Mozza, Viska, Fella, Imel, Mikha sampe yang rada lebih tua dari aku Didon, Rheno, Nara, Dinta, Jesica, Inka, Risa, Karindra. Pelan - pelan ngajarin mereka gimana nulis script, sampe gimana mixing ku jalani. Lewat fase inipula sebenarnya feedback ke aku banyak banget, salah satunya aku jadi tau karakter orang. Terlebih karakter orang yang money oriented dan yang tidak.
Lanjutt, bisa Produksi dan Program, aku pengen naik kelas lagi. Aku belajar menjadi seorang Music Director, ini otodidak lagi. Aku coba menguping radio2 kelas wahid di Surabaya, yang katanya jadi wilayah yang punya banyak radio the best. Habis menguping lewat tatanan lagunya, kucoba aplikasikan di radioku dan banyak sambutan positif, padahal intinya adalah Ritme kawan, menyamakan ritme dengan target audience program radio pada acara itu. Lancarr sampai sekarang.
Tidak kalah membanggakan -versiku sendiri- adalah ketika bosku hamil dan cuti. Akulah yang memberanikan diri menghandle banyak program dan Radio yang mulai terbengkalai, karena ausnya pengawasan beliau. Mulailah aku mensetting acara drama radio mingguan, dari pembuat naskah, pengcastingan tokoh, menyutradarai, sampai memixing. Lancar sampai 6 bulanan, sesuai prediksiku. Semenjak saat itu mulailah aku mulai memprogram beberapa pernik di setiap segmen acara dalam 20 jam mengudaranya radioku.
See... dari ceritaku, terkuak banyak kisah menyenangkan bareng UTM Radio, yang memang memberiku banyak keleluasaan buat berkreasi. Tidak salah kalau bos dahulu pernah berkata, aku hanya belajar di tempat ini. bukanlah bekerja.
Benar kawan, benar.. Aku banyak belajar di tempat ini, mulai belajar apa itu kedisiplinan, belajar lebih memanusiakan manusia, belajar bahwa manusia adalah manusia bukan robot yang tentunya memiliki banyak keterbatasan. Belajar legowo menghadapi perpisahan -baca: resign- bahwa setiap manusia berhak buat menentukan perubahan dirinya. Karyawan yang reisgn dan membelot ke radio tetangga, tidak layak dibenci, tapi lebih harus disemangati di tempat baru, agar terus memberikan performa brilian, dari penerapan ilmu yang sudah didapat, dari tempat lama, dari ilmu sang bos sendiri. Karena fakta mencatat, jebolan penyiar UTM Radio, pasti diterima di radio manapun, namun jebolan Radio manapun, belum tentu diterima di UTM Radio.
Belajar menyelami sisi positif dari sebuah tindakan kesemena - menaan, itulah main point yang kudapat selama 6 tahun lebih ini. Satu hal lagi kawan, aku merasa beruntung juga diberikan banyak sekali kewajiban disini. Karena mendidikku menjadi pekerja keras, ditengah keterbatasan. Semakin memperkuat keyakinanku dahulu tentang sebuah kata, Kerja Ikhlas ladang Ibadah.
Inilah sedikit kejutan pertama Ramadhan tahun ini. Kejutan lainnya nanti kuceritakan.
Wahyu Iqbal Purnomo
Jumat, 20 Juli 2012
Kamis, 19 Juli 2012
Lima Kata Untuk Chabooku
4 jam yang lalu, masih
mencoba tegar, menahan air mata agar tak jatuh didepannya, yang sudah
meraung - raung sambil mencengkeram tanganku kuat - kuat meminta
pulang.
4 jam yang lalu, masih merasakan gemuruh suasana hati yang menyiratkan antara ikhlas ngga ikhlas, tega ngga tega, melepas bidadari kecilku untuk mulai belajar mandiri. Namun apa daya, 4 jam pasca kejadian -ending dari liburan- tadi, air mata sudah tak terbendung.
Hari ini, aku dan teman - teman pergi ke Gua Pindul Wonosari Jogja, Cave Tubing bareng - bareng disana. Acara yang sangat menyenangkan sekali, yang ditutup dengan tragedi memilukan, yang membuatku sedih bukan kepalang.
Ya, aku sekarang lagi menangis, setelah sekian lama tak punya waktu untuk hal satu itu. Aku menangisi perjuangan seorang anak kecil. Anak kecil 5 tahun yang keluarga kami paksa untuk mandiri sebelum waktunya.
Namanya Restu Dewiyanti, namun sering kupanggil Chabo, kependekan dari nama gahul Restu Chabolita. Gadis 5 tahun yang sangat periang, yang akhir - akhir ini jarang menangis. Kalaupun dia menangis, gampang ku kendalikan lagi, namun tadi, tepat jam 18.00 lebih sedikit, aku seperti orang ngga makan 3 tahun, lemas tanpa daya melihatnya menangis. Pemandangan yang memilukan kalau kamu melihatku sore tadi kawan.
Chabo adalah anak gadis yang luar biasa. Umur 1,5 tahun, titel anak yatim sudah dia sandang. Tipical selalu baik hati kepada teman sebayanya, walau kadang dibalas sebaliknya oleh teman - temannya, itu adalah ciri khas dari chabo. Pernah suatu hari, aku membelikannya 2 botol susu coklat kesukaannya, ketika dia meminumnya sebotol, datanglah teman sepermainannya. Diberikanlah sebotol lainnya untuk diminum, kemudian mereka bermain. Konflikpun muncul, ketika chabo mau meminjam penggorengan mainan yang sedang dipakai, entah karena emang sifat temen chabo yang temperamen, dilemparkan itu penggorengan mainan ke muka chabo, berikut botol susu yang sudah kosong, pemberian chabo. Chabo hanya terdiam dan melanjutkan permainannya dengan pasrah tatkala temannya tadi melenggang pergi dengan ekspresi sebal. Itu baru sebagian kecil dari sifat chabo yang aku bangga, yang lain masih banyak. Aku ngga mampu cerita, karena yang ada air mata makin deras, ketika mengingat bidadari kecilku.
5 Tahun kawan, 5 tahun !!! kamu bisa apa diumur segitu ??? Bisa pisah dari orang tua, hidup jauh dari keluarga untuk belajar demi masa depan..?? Aku yakin kamu belum bisa apa - apa, tapi Chabooo ?? Dia sudah memulainya kawan, sejak senin kemarin.
Ya ampun, aku ngga kuat nahan air mataku jatuh lagi...... Dia yang selalu menyambutku di depan rumah sambil berkata "mamaaassss......." Dia yang selalu kuceritakan dongeng ipin upin dengan cerita kurubah - rubah. Dia yang selalu minta kumandikan, kusuapin kala makan ketika aku terlihat dirumah, sekarang berjuang seorang diri tanpa keluarga kami. Menuntut Ilmu demi bekal masa depan, di Pondok Pesantren.
Anak 5 tahun dipondokin..?? Ngaco... !!! Gila !!! itu mungkin sebagian pandangan tentang keputusan yang keluarga kami ambil ketika menyantrenkan chabo. Ini tidak gila !!!!ini konsep hidup yang sudah kita buat pasca Ayah kami meninggal dunia dulu. Sepeninggal beliau, aku yakin tidak ada sosok figur yang ditakuti di keluarga kami. Tiada yang mencarikan nafkah, sehingga aku dan ibu yang berjuang sendiri mengais rupiah demi rupiah, untuk membesarkan mereka. Konsekuensi yang mengikuti kami adalah, tak adanya waktu untuk membimbing mereka dijalan agama, salah satu penopang hidup mereka, itulah mengapa menyatrikan adik - adik kami, menjadi jalan satu satunya agar mereka tetap dapat tumbuh besar, dengan pendidikan dunia dan akhirat.
Melihatnya menangis tatkala aku ingin pulang, semakin memberatkan diri untuk iklhas, namun itu adalah hal terpenting yang harus kulakukan sekarang. Aku harus mantap seperti ketika melepas Feri dan Firman, adik kandungku yang nyantri juga dulu. Biar bagaimanapun, meski terlihat berat, namun ini adalah yang terbaik buat masa depan chabo. Biarlah aku yang berjuang fokus mencarikan biaya untuknya.
Semangat Chabooo.. kamu pasti bisa !!!! itu mungkin 5 kata penyemangat untuk chabooo, gadis 5 tahun yang sudah mulai berjuang mandiri, belajar dan mengaji di Pondok Pesantren Al Husein Salam Magelang, dan untukku tentunya, yang masih terisak sekarang.
4 jam yang lalu, masih merasakan gemuruh suasana hati yang menyiratkan antara ikhlas ngga ikhlas, tega ngga tega, melepas bidadari kecilku untuk mulai belajar mandiri. Namun apa daya, 4 jam pasca kejadian -ending dari liburan- tadi, air mata sudah tak terbendung.
Hari ini, aku dan teman - teman pergi ke Gua Pindul Wonosari Jogja, Cave Tubing bareng - bareng disana. Acara yang sangat menyenangkan sekali, yang ditutup dengan tragedi memilukan, yang membuatku sedih bukan kepalang.
Ya, aku sekarang lagi menangis, setelah sekian lama tak punya waktu untuk hal satu itu. Aku menangisi perjuangan seorang anak kecil. Anak kecil 5 tahun yang keluarga kami paksa untuk mandiri sebelum waktunya.
Namanya Restu Dewiyanti, namun sering kupanggil Chabo, kependekan dari nama gahul Restu Chabolita. Gadis 5 tahun yang sangat periang, yang akhir - akhir ini jarang menangis. Kalaupun dia menangis, gampang ku kendalikan lagi, namun tadi, tepat jam 18.00 lebih sedikit, aku seperti orang ngga makan 3 tahun, lemas tanpa daya melihatnya menangis. Pemandangan yang memilukan kalau kamu melihatku sore tadi kawan.
Chabo adalah anak gadis yang luar biasa. Umur 1,5 tahun, titel anak yatim sudah dia sandang. Tipical selalu baik hati kepada teman sebayanya, walau kadang dibalas sebaliknya oleh teman - temannya, itu adalah ciri khas dari chabo. Pernah suatu hari, aku membelikannya 2 botol susu coklat kesukaannya, ketika dia meminumnya sebotol, datanglah teman sepermainannya. Diberikanlah sebotol lainnya untuk diminum, kemudian mereka bermain. Konflikpun muncul, ketika chabo mau meminjam penggorengan mainan yang sedang dipakai, entah karena emang sifat temen chabo yang temperamen, dilemparkan itu penggorengan mainan ke muka chabo, berikut botol susu yang sudah kosong, pemberian chabo. Chabo hanya terdiam dan melanjutkan permainannya dengan pasrah tatkala temannya tadi melenggang pergi dengan ekspresi sebal. Itu baru sebagian kecil dari sifat chabo yang aku bangga, yang lain masih banyak. Aku ngga mampu cerita, karena yang ada air mata makin deras, ketika mengingat bidadari kecilku.
5 Tahun kawan, 5 tahun !!! kamu bisa apa diumur segitu ??? Bisa pisah dari orang tua, hidup jauh dari keluarga untuk belajar demi masa depan..?? Aku yakin kamu belum bisa apa - apa, tapi Chabooo ?? Dia sudah memulainya kawan, sejak senin kemarin.
Ya ampun, aku ngga kuat nahan air mataku jatuh lagi...... Dia yang selalu menyambutku di depan rumah sambil berkata "mamaaassss......." Dia yang selalu kuceritakan dongeng ipin upin dengan cerita kurubah - rubah. Dia yang selalu minta kumandikan, kusuapin kala makan ketika aku terlihat dirumah, sekarang berjuang seorang diri tanpa keluarga kami. Menuntut Ilmu demi bekal masa depan, di Pondok Pesantren.
Anak 5 tahun dipondokin..?? Ngaco... !!! Gila !!! itu mungkin sebagian pandangan tentang keputusan yang keluarga kami ambil ketika menyantrenkan chabo. Ini tidak gila !!!!ini konsep hidup yang sudah kita buat pasca Ayah kami meninggal dunia dulu. Sepeninggal beliau, aku yakin tidak ada sosok figur yang ditakuti di keluarga kami. Tiada yang mencarikan nafkah, sehingga aku dan ibu yang berjuang sendiri mengais rupiah demi rupiah, untuk membesarkan mereka. Konsekuensi yang mengikuti kami adalah, tak adanya waktu untuk membimbing mereka dijalan agama, salah satu penopang hidup mereka, itulah mengapa menyatrikan adik - adik kami, menjadi jalan satu satunya agar mereka tetap dapat tumbuh besar, dengan pendidikan dunia dan akhirat.
Melihatnya menangis tatkala aku ingin pulang, semakin memberatkan diri untuk iklhas, namun itu adalah hal terpenting yang harus kulakukan sekarang. Aku harus mantap seperti ketika melepas Feri dan Firman, adik kandungku yang nyantri juga dulu. Biar bagaimanapun, meski terlihat berat, namun ini adalah yang terbaik buat masa depan chabo. Biarlah aku yang berjuang fokus mencarikan biaya untuknya.
Semangat Chabooo.. kamu pasti bisa !!!! itu mungkin 5 kata penyemangat untuk chabooo, gadis 5 tahun yang sudah mulai berjuang mandiri, belajar dan mengaji di Pondok Pesantren Al Husein Salam Magelang, dan untukku tentunya, yang masih terisak sekarang.
Sabtu, 30 Juni 2012
"JOURNEY to the top of Mount Sumbing 2012"
Apa
yang bakal kamu lakuin kalo kamu pernah memimpikan sesuatu, dan ketika
pada masanya, sebentar lagi keinginan kamu itu bakal terwujud, eh..
dihalangi oleh orang yang paling kamu cinta dalam hidupmu. What will
you do next ???
Terserah jawabanmu kawan, aku juga ngga mungkin denger kamu ngomong apa, tapi aku mau sedikit berbagi cerita nih. Berbagi cerita mengenai sudut pandangku tentang mimpi, dan bohong... ya.. bohong kawan bohong.
Walaupun punya tubuh kering kerontang, tapi kalo urusan mimpi mah, aku freak banget. Dulu, aku pernah mimpi bisa kuliah, eh kesampaian. Pernah juga ngimpi jadi penyiar radio, kesampaian juga. Ngimpi bisa liburan berenang di tengah laut, kesampaian juga. Trus ngimpi bisa pose di puncak gunung, eh kesampaian juga 168 jam yang lalu alias seminggu yang lalu. Pasti pada meragukan kebenaran statement saya ini kan kawan...?? Oke deh aku ceritain.
Body ringkih itu memang tampilan casing aku yang susah banget aku rubah kawan. Abis pawa'an sih, -kata orang tuaku sendiri-. Bapak emak pada pongkring, makanya akupun juga ikut - ikutan -secara anak asli gituloh-. Makanya semua orang pada takjub ketika tau aku ikut kedalam ekspedisi sebut saja "JOURNEY to the top of Mount Sumbing 2012". Apa bisa makhluk se-ringkih aku bisa menaklukkan gunung terdingin se-Jawa Tengah ini. Jangankan kamu kawan, emak aku sendiri -yang notabene ngeluarin aku dari rahimnya, pun sangsi-.
Kembali ke pertanyaan "What will you do next ??? ketika sedikit lagi mimpi kamu terwujud tapi dihadang oleh larangan orang yang kamu cinta. Kamu mau tau jawabanku kawan ??? Ah kamu nih selaluu aja mau tau, oke deh aku lanjutin..
Jadi waktu itu, tepatnya 21 Juni 2012, setelah minjem tas dan sleeping bag temen. Trus ke INDOMA*ET membeli 3 liter air, kuumpetin lah ubo rampe "JOURNEY to the top of Mount Sumbing 2012"-ku. Ngga taunya emak yang lagi melakukan operasi pencarian baju - baju kotorku, menemukan barang - barang tadi. Dassss.... pecah peranglah antara emak - emak dan darah dagingnya. Emak amat sangat ngga setuju aku muncak, alasannya sih muncak itu ngga ada gunanya, nantang maut, nemenin temen mabok dan sederet alasan yang kadang reasonable kadang juga ngelantur, -masa aku dikatain mau ikutan aliran sesat, semedi di puncak sumbing-. Sumpah kawan, emak - emak kalo udah murka, ngegemesinnya minta ampun.
Omelan emak sore itu bisa dibilang panjang dan serem kalau kamu mau tau, soalnya udah yang ketiga kalinya juga aku mau muncak, dan selalu berhasil digagalkan oleh beliau. Entah ada angin apa tiba - tiba aja terlintas dipikiranku untuk melakukan sebuah tindakan kriminal..... yahh.. tindakan kriminal seorang anak kepada emaknya sendiri... deng deng..
Kalau kamu berpikir tindakan kriminal itu Menggorok leher emakku, tentu saja salah.
Kalau kamu juga berpikir aku memukul kepala emakku hingga pecah dan tumbanglah beliau bersimbah darah, itu juga salah.
Atau kamu juga berpikir aku menusuk perut ibuku dengan pisau dagingnya yang tajam, trus memperkosanya. Wah.. tampaknya kepalamu harus kujitak, kebanyakan nonton spongebob si kamu.. Aku hanya berbohong kawan, berbohong.
Selalu aku camkan dalam hati kalau berbohong kepada orang tua, terlebih emak is a big NO NO !! Ingat kan pepatah surga di telapak kaki Ibu ???, That's the reason why lie to mom is prohibited !! Tapi terpaksa kulakukan karena memang sudah cita - cita, dan sudah 2 kali juga cita - cita itu gagal. Dan mau tau lagi kawan apakah aku berhasil berbohong kepada emakku atau tidak ?? Jawabannya berhasil kawan. Berhasil !!!!
Emak percaya aja kalau sabtu minggu 23 - 24 juni kemaren, aku ngga pulang rumah karena nginep rumah temen radio buat nonton EURO bareng, bisa kuanalogikan kalau emak percaya karena peralatan muncak udah ada digenggamannya, HAHAHAHAHA.. emakku lagi tertawa sore itu mengejekku yang pasrah ngga jadi muncak. Padahal aku ke kampus dan mengemis ke temen mapala kampus buat pinjem sleeping bag dan tas -Thank's for Yoko Javanica-. SMS anak radio yang bapaknya tentara buat minjem mantol superman -Thank's to Mozza Munawaroh-. Trus belanja minum, susu, mie instan, ku pack dan kutitipin kosan temen semalam -Thank's For Ameen Van Makbulloh-. Packing clear dan akhirnya aku berangkat muncak sumbing man..!!! Can You Imagine ..??
Perjalanan... sebenarnya adalah salah satu hal paling memorable sepanjang kegiatan berbau travelling. Diawali dengan naik bus sampe ke kedu, nemenin temen - temen yang mau muncak kondangan duluan, akhirnya jam setengah 5 kurang dikit, kita sudah mulai naik naik ke puncak sumbing, sum sum biiiiiiiiiiingggg.. es u su, mbe i mbing... SUUUUMMMMMBBBBIIIIINNNNGGG Ah senangnya...
Total ada 7 personel dan 5 diantaranya aku ngga kenal - kenal amat pemirsah. Pertama, urut yang paling tua ya.. adalah Chandra No Koimichi, rada ke korea - korean tapi bukan boyband loh. Adik tingkat kampus yang ternyata umurnya jauh 5 tahun diatasku, wkwkwkwkw... Dialah orang yang berjasa karena merelakan rumah pacarnya Meita No Koimichi, dijadikan basecamp sebelum naik gunung dan direpotin setelah turun gunung.
Kedua adalah Ameen Van Makbulloh, manusia klan ngapag, -harus memakai huruf g kawan, karena pronuonciation ngapagnya real- yang amat sangat girang melihat setiap plat nomor R dimanaapun dia berada. Selalu menyebarkan virus ngapak dimanapun dia berada, itulah cirinya. Sehingga dalam waktu tak lebih dari 48 jam berkomunikasi dengannya, logat ngomongku langsung sedikit terpengaruh ngapak juga. Dia juga yang mau mijitin kakiku pasca turun gunung, walaupun mijitnya amat sangat tidak manusiawi.
Ketiga adalah Just Arey Anto, dialah Compassman kita. Penunjuk jalan menuju puncak sumbing. Si Bolang sejati yang sangat pengertian memberitahuku dimana Pasar Setan ketika kita sudah kembali turun gunung. *ngga usah ngomongin pasar setan yah kawan masih deg deg serrrr.
Keempat adalah M Rifqi Al Asyafani, nama boleh Makkah banget, tapi tabiat Las Vegas banget, kontras 100% deh pokoknya. Orang paling gila selama perjalanan, terlebih kalau ngomongin mbak ealahhhhhhh, semangat banget.
Kelima adalah Miftakhul Azis 'Mayzha Greater' (Crezpow) sebut saja AziEzch CeLaLoe InGinD diMengERty, wkwkwkwkw... manusia paling unyu buat geli - gelian selama perjalanan.
Terakhir adalah the single fighter Dahniyar Sri Widayningrum. Tidak perlu ku jabarkan udah pada ngarti ya siapa seh titisan hawa satu itu, wkwkwkwkwkwkwk... Dialah Informan buat muncak, bendahara sekaligus seksi konsumsi merangkap seksi dokumentasi. Dia juga adalah makhluk tuhan paling sexy setelah Aku, Candra, Ameen, Ari, Rifky dan Aziz.. yang muncak waktu itu *ngakak guling guling
Perjalanan naik dan turun sumbing kawan, Marvelous !!! Keren... walaupun aku bersumpah ngga akan naik sumbing lagi sih... geli - geli ketika perosotan lewat jalan air sampai pantat berdebu, joinan minum sampe dehidrasi bersama karena keabisan aer minum. Gemes dan kasian juga ketika salah satu teman kakinya kram. Kedinginan bareng - bareng dan ke angetan bareng - bareng juga disebelah api unggun. Makan mie bareng walo belom matang bener, seremnya dikasi liat yang mistis - mistis, sampe tidur pulas numpang di rumah orang, wkwkwkwkw.
Kejamnya Sumbing seolah terbayar lunas oleh
gegap gempita perasaan kami, perasaanku juga khususnya. Setelah sekian
lama bermimpi, akhirnya jadi kenyataan. Itulah mengapa kawan, aku selalu
bilang DREAMING IS IMPORTANT. Tuhan pasti akan memeluk mimpi kita..
percaya itu, maka dari itu, silahkan bermimpi dan pelan - pelan wujudkan
mimpimu itu.
Nb. Mau tau mimpiku selanjutnya apa yang belum kesampaian...?? Aku mau ke Alabama kawan.. Doakan yaaaahh.. ntar kalo udah sampe sana, ku ceritain lagi kamu. Ehhh.... Kalo bilang ngimpiiiiiiiiiiiiii... !! dengan tatapan mengejek, kamu ngga tak ceritain.. wkwkwkwk...
Terserah jawabanmu kawan, aku juga ngga mungkin denger kamu ngomong apa, tapi aku mau sedikit berbagi cerita nih. Berbagi cerita mengenai sudut pandangku tentang mimpi, dan bohong... ya.. bohong kawan bohong.
Walaupun punya tubuh kering kerontang, tapi kalo urusan mimpi mah, aku freak banget. Dulu, aku pernah mimpi bisa kuliah, eh kesampaian. Pernah juga ngimpi jadi penyiar radio, kesampaian juga. Ngimpi bisa liburan berenang di tengah laut, kesampaian juga. Trus ngimpi bisa pose di puncak gunung, eh kesampaian juga 168 jam yang lalu alias seminggu yang lalu. Pasti pada meragukan kebenaran statement saya ini kan kawan...?? Oke deh aku ceritain.
Body ringkih itu memang tampilan casing aku yang susah banget aku rubah kawan. Abis pawa'an sih, -kata orang tuaku sendiri-. Bapak emak pada pongkring, makanya akupun juga ikut - ikutan -secara anak asli gituloh-. Makanya semua orang pada takjub ketika tau aku ikut kedalam ekspedisi sebut saja "JOURNEY to the top of Mount Sumbing 2012". Apa bisa makhluk se-ringkih aku bisa menaklukkan gunung terdingin se-Jawa Tengah ini. Jangankan kamu kawan, emak aku sendiri -yang notabene ngeluarin aku dari rahimnya, pun sangsi-.
Kembali ke pertanyaan "What will you do next ??? ketika sedikit lagi mimpi kamu terwujud tapi dihadang oleh larangan orang yang kamu cinta. Kamu mau tau jawabanku kawan ??? Ah kamu nih selaluu aja mau tau, oke deh aku lanjutin..
Jadi waktu itu, tepatnya 21 Juni 2012, setelah minjem tas dan sleeping bag temen. Trus ke INDOMA*ET membeli 3 liter air, kuumpetin lah ubo rampe "JOURNEY to the top of Mount Sumbing 2012"-ku. Ngga taunya emak yang lagi melakukan operasi pencarian baju - baju kotorku, menemukan barang - barang tadi. Dassss.... pecah peranglah antara emak - emak dan darah dagingnya. Emak amat sangat ngga setuju aku muncak, alasannya sih muncak itu ngga ada gunanya, nantang maut, nemenin temen mabok dan sederet alasan yang kadang reasonable kadang juga ngelantur, -masa aku dikatain mau ikutan aliran sesat, semedi di puncak sumbing-. Sumpah kawan, emak - emak kalo udah murka, ngegemesinnya minta ampun.
Omelan emak sore itu bisa dibilang panjang dan serem kalau kamu mau tau, soalnya udah yang ketiga kalinya juga aku mau muncak, dan selalu berhasil digagalkan oleh beliau. Entah ada angin apa tiba - tiba aja terlintas dipikiranku untuk melakukan sebuah tindakan kriminal..... yahh.. tindakan kriminal seorang anak kepada emaknya sendiri... deng deng..
Kalau kamu berpikir tindakan kriminal itu Menggorok leher emakku, tentu saja salah.
Kalau kamu juga berpikir aku memukul kepala emakku hingga pecah dan tumbanglah beliau bersimbah darah, itu juga salah.
Atau kamu juga berpikir aku menusuk perut ibuku dengan pisau dagingnya yang tajam, trus memperkosanya. Wah.. tampaknya kepalamu harus kujitak, kebanyakan nonton spongebob si kamu.. Aku hanya berbohong kawan, berbohong.
Selalu aku camkan dalam hati kalau berbohong kepada orang tua, terlebih emak is a big NO NO !! Ingat kan pepatah surga di telapak kaki Ibu ???, That's the reason why lie to mom is prohibited !! Tapi terpaksa kulakukan karena memang sudah cita - cita, dan sudah 2 kali juga cita - cita itu gagal. Dan mau tau lagi kawan apakah aku berhasil berbohong kepada emakku atau tidak ?? Jawabannya berhasil kawan. Berhasil !!!!
Emak percaya aja kalau sabtu minggu 23 - 24 juni kemaren, aku ngga pulang rumah karena nginep rumah temen radio buat nonton EURO bareng, bisa kuanalogikan kalau emak percaya karena peralatan muncak udah ada digenggamannya, HAHAHAHAHA.. emakku lagi tertawa sore itu mengejekku yang pasrah ngga jadi muncak. Padahal aku ke kampus dan mengemis ke temen mapala kampus buat pinjem sleeping bag dan tas -Thank's for Yoko Javanica-. SMS anak radio yang bapaknya tentara buat minjem mantol superman -Thank's to Mozza Munawaroh-. Trus belanja minum, susu, mie instan, ku pack dan kutitipin kosan temen semalam -Thank's For Ameen Van Makbulloh-. Packing clear dan akhirnya aku berangkat muncak sumbing man..!!! Can You Imagine ..??
Perjalanan... sebenarnya adalah salah satu hal paling memorable sepanjang kegiatan berbau travelling. Diawali dengan naik bus sampe ke kedu, nemenin temen - temen yang mau muncak kondangan duluan, akhirnya jam setengah 5 kurang dikit, kita sudah mulai naik naik ke puncak sumbing, sum sum biiiiiiiiiiingggg.. es u su, mbe i mbing... SUUUUMMMMMBBBBIIIIINNNNGGG Ah senangnya...
Total ada 7 personel dan 5 diantaranya aku ngga kenal - kenal amat pemirsah. Pertama, urut yang paling tua ya.. adalah Chandra No Koimichi, rada ke korea - korean tapi bukan boyband loh. Adik tingkat kampus yang ternyata umurnya jauh 5 tahun diatasku, wkwkwkwkw... Dialah orang yang berjasa karena merelakan rumah pacarnya Meita No Koimichi, dijadikan basecamp sebelum naik gunung dan direpotin setelah turun gunung.
Kedua adalah Ameen Van Makbulloh, manusia klan ngapag, -harus memakai huruf g kawan, karena pronuonciation ngapagnya real- yang amat sangat girang melihat setiap plat nomor R dimanaapun dia berada. Selalu menyebarkan virus ngapak dimanapun dia berada, itulah cirinya. Sehingga dalam waktu tak lebih dari 48 jam berkomunikasi dengannya, logat ngomongku langsung sedikit terpengaruh ngapak juga. Dia juga yang mau mijitin kakiku pasca turun gunung, walaupun mijitnya amat sangat tidak manusiawi.
Ketiga adalah Just Arey Anto, dialah Compassman kita. Penunjuk jalan menuju puncak sumbing. Si Bolang sejati yang sangat pengertian memberitahuku dimana Pasar Setan ketika kita sudah kembali turun gunung. *ngga usah ngomongin pasar setan yah kawan masih deg deg serrrr.
Keempat adalah M Rifqi Al Asyafani, nama boleh Makkah banget, tapi tabiat Las Vegas banget, kontras 100% deh pokoknya. Orang paling gila selama perjalanan, terlebih kalau ngomongin mbak ealahhhhhhh, semangat banget.
Kelima adalah Miftakhul Azis 'Mayzha Greater' (Crezpow) sebut saja AziEzch CeLaLoe InGinD diMengERty, wkwkwkwkw... manusia paling unyu buat geli - gelian selama perjalanan.
Terakhir adalah the single fighter Dahniyar Sri Widayningrum. Tidak perlu ku jabarkan udah pada ngarti ya siapa seh titisan hawa satu itu, wkwkwkwkwkwkwk... Dialah Informan buat muncak, bendahara sekaligus seksi konsumsi merangkap seksi dokumentasi. Dia juga adalah makhluk tuhan paling sexy setelah Aku, Candra, Ameen, Ari, Rifky dan Aziz.. yang muncak waktu itu *ngakak guling guling
Perjalanan naik dan turun sumbing kawan, Marvelous !!! Keren... walaupun aku bersumpah ngga akan naik sumbing lagi sih... geli - geli ketika perosotan lewat jalan air sampai pantat berdebu, joinan minum sampe dehidrasi bersama karena keabisan aer minum. Gemes dan kasian juga ketika salah satu teman kakinya kram. Kedinginan bareng - bareng dan ke angetan bareng - bareng juga disebelah api unggun. Makan mie bareng walo belom matang bener, seremnya dikasi liat yang mistis - mistis, sampe tidur pulas numpang di rumah orang, wkwkwkwkw.
Kejamnya Sumbing seolah terbayar lunas oleh
gegap gempita perasaan kami, perasaanku juga khususnya. Setelah sekian
lama bermimpi, akhirnya jadi kenyataan. Itulah mengapa kawan, aku selalu
bilang DREAMING IS IMPORTANT. Tuhan pasti akan memeluk mimpi kita..
percaya itu, maka dari itu, silahkan bermimpi dan pelan - pelan wujudkan
mimpimu itu.Nb. Mau tau mimpiku selanjutnya apa yang belum kesampaian...?? Aku mau ke Alabama kawan.. Doakan yaaaahh.. ntar kalo udah sampe sana, ku ceritain lagi kamu. Ehhh.... Kalo bilang ngimpiiiiiiiiiiiiii... !! dengan tatapan mengejek, kamu ngga tak ceritain.. wkwkwkwk...
Rabu, 20 Juni 2012
GARIS KERAS
Beberapa orang punya prinsip hidup yang sangat keras. Serupa teroris (maaf....), mereka meyakini kebenaran dengan sangat dan begitu pasti bahwa semua orang harus punya keyakinan yang sama. Serupa-pun tidak boleh. Harus SAMa titik !!. Dunia ini harus seragam dengan.. dengan keyakinan yang ITU. Karenanya, dengan kesungguhan yang tekun, kadang mereka mengibarkan bendera perang, menyeret orang lain pada kebenaran yang dianutnya.
Aliran "garis keras" bisa teraplikasi dalam aneka bentuk. Tempo hari seorang teman dengan setengah bercanda setengah naksir beneran dengan salah satu dosen muda di kampus. Dia selalu mengatakan alamak gantengnya.. alamak pinternya dan alamaaakkk yang lain.Tak seorangpun boleh berkata tidak baik mengenai pujaan hatinya tersebut. Wajahnya sontak berubah ketika ada yang bilang "Ah.. pak malik biasa aja, item elik.."
Well, dalam satu dua hal, bisa jadi kita menggaris keraskan sesuatu. Pertengkaran dengan pacar, misalnya. Bisa jadi persoalan yang sebenarnya sederhana saja. Namun kita dan si dia keukeh sumeukeuh memengang pendapatnya sebagai hal yang benar. Jika kita sudah merasa benar, dan paling benar dalam hal ini, maka kebenaran orang lain menjadi tiada.
Sebuah pertengkaran kecil baru saja terjadi antara sepasang manusia yang baru saja dimabuk asmara. Mimin, sebut saja begitu namanya, dengan nada mesra ke sang kekasih yang tengah dimabukinya itu berkata dengan mesra agar lebih berhati - hati, bila berdekatan dengan lawan jenis. Api neraka itu hukumnya, bagi 2 orang non muhrim yang saling bersentuhan. Kekasih mimin, sebut saja maman, hanya menanggapi santai bahwa non muhrim yang bersentuhan tidak apa - apa, karena hanya bersentuhan biasa, tidak disengaja, tidak ada unsur syahwat di dalamnya, dan memang tidak apa - apa, karena memang tidak pernah berusaha untuk bersentuh - sentuhan.Sontak mimin yang mungkin ilmu yang dianutnya sudah tinggi, mulai meninggi. Mulailah dia mengait ngaitkan dengan dalil - dalil yang maman belum yakin kebenarannya. Mimin melakukan ini dengan alasan cinta yang benar - benar sesuai dengan kaidah keagamaannya. Dan diakhiri dengan saling diam mendiamkan.
Drama selalu akan menjadi akhir dari sebuah pertentangan garis keras. Apa yang didapat ? Tidak ada. Apa yang kemudian kemudian terjadi pada pasangan "pemabuk cinta" itu ? Baiklah, pastinya. Derai airmata, itulah penutup konfrontasi mereka.
Alam Raya ini nyatanya tak sekeras itu kok. Mengapa ? Karena yang berjalan adalah konsekuensi logis. Jika A terjadi, maka B bergerak, dan C mengikuti. Semua berjalan seolah mengayun, manis, harmonis. Bahkan badai paling dahsyat pun lahir dari rangkaian yang tiba - tiba. Ada titik air, desau angin, udara yang memanas (atau mendingin), gerak pohon, dan banyak tanda yang lain.
Saya juga percaya bahwa Nabi Muhammad SAW , junjungan kami semua, tidak mengajarkan agama kami, tanpa memakai jalan damai. Hati memang memegang peranan penting dalam meyakini sesuatu. Semua orang sudah pasti memiliki hati nurani. Jadi mengapa perlu ada garis keras ? Agar dunia lebih berwarna. Agar orang lebih mengerti, menikmati, dan mensyukuri nilainya, pendapatnya, dan orang lain. Namun apabila menyadarkan seseorang tanpa perlu memakai urat dan garis keras, mengapa kita masih memakainya. Karena hanya memunculkan kebencian, dan perpecahan tentunya. Semua orang punya hati, biarkan mereka menapaki hidup dengan tuntunan hatinya.
Tidak ada agama yang paling baik, semua agama mengajarkan hal yang sama, kebaikan. Walau berbeda - beda tata cara, namun dalam pandangan saya, semuanya akan bermuara pada 1 hal yaitu surga.
Aliran "garis keras" bisa teraplikasi dalam aneka bentuk. Tempo hari seorang teman dengan setengah bercanda setengah naksir beneran dengan salah satu dosen muda di kampus. Dia selalu mengatakan alamak gantengnya.. alamak pinternya dan alamaaakkk yang lain.Tak seorangpun boleh berkata tidak baik mengenai pujaan hatinya tersebut. Wajahnya sontak berubah ketika ada yang bilang "Ah.. pak malik biasa aja, item elik.."
Well, dalam satu dua hal, bisa jadi kita menggaris keraskan sesuatu. Pertengkaran dengan pacar, misalnya. Bisa jadi persoalan yang sebenarnya sederhana saja. Namun kita dan si dia keukeh sumeukeuh memengang pendapatnya sebagai hal yang benar. Jika kita sudah merasa benar, dan paling benar dalam hal ini, maka kebenaran orang lain menjadi tiada.
Sebuah pertengkaran kecil baru saja terjadi antara sepasang manusia yang baru saja dimabuk asmara. Mimin, sebut saja begitu namanya, dengan nada mesra ke sang kekasih yang tengah dimabukinya itu berkata dengan mesra agar lebih berhati - hati, bila berdekatan dengan lawan jenis. Api neraka itu hukumnya, bagi 2 orang non muhrim yang saling bersentuhan. Kekasih mimin, sebut saja maman, hanya menanggapi santai bahwa non muhrim yang bersentuhan tidak apa - apa, karena hanya bersentuhan biasa, tidak disengaja, tidak ada unsur syahwat di dalamnya, dan memang tidak apa - apa, karena memang tidak pernah berusaha untuk bersentuh - sentuhan.Sontak mimin yang mungkin ilmu yang dianutnya sudah tinggi, mulai meninggi. Mulailah dia mengait ngaitkan dengan dalil - dalil yang maman belum yakin kebenarannya. Mimin melakukan ini dengan alasan cinta yang benar - benar sesuai dengan kaidah keagamaannya. Dan diakhiri dengan saling diam mendiamkan.
Drama selalu akan menjadi akhir dari sebuah pertentangan garis keras. Apa yang didapat ? Tidak ada. Apa yang kemudian kemudian terjadi pada pasangan "pemabuk cinta" itu ? Baiklah, pastinya. Derai airmata, itulah penutup konfrontasi mereka.
Alam Raya ini nyatanya tak sekeras itu kok. Mengapa ? Karena yang berjalan adalah konsekuensi logis. Jika A terjadi, maka B bergerak, dan C mengikuti. Semua berjalan seolah mengayun, manis, harmonis. Bahkan badai paling dahsyat pun lahir dari rangkaian yang tiba - tiba. Ada titik air, desau angin, udara yang memanas (atau mendingin), gerak pohon, dan banyak tanda yang lain.
Saya juga percaya bahwa Nabi Muhammad SAW , junjungan kami semua, tidak mengajarkan agama kami, tanpa memakai jalan damai. Hati memang memegang peranan penting dalam meyakini sesuatu. Semua orang sudah pasti memiliki hati nurani. Jadi mengapa perlu ada garis keras ? Agar dunia lebih berwarna. Agar orang lebih mengerti, menikmati, dan mensyukuri nilainya, pendapatnya, dan orang lain. Namun apabila menyadarkan seseorang tanpa perlu memakai urat dan garis keras, mengapa kita masih memakainya. Karena hanya memunculkan kebencian, dan perpecahan tentunya. Semua orang punya hati, biarkan mereka menapaki hidup dengan tuntunan hatinya.
Tidak ada agama yang paling baik, semua agama mengajarkan hal yang sama, kebaikan. Walau berbeda - beda tata cara, namun dalam pandangan saya, semuanya akan bermuara pada 1 hal yaitu surga.
Jumat, 08 Juni 2012
LIBURAN YANG BENAR - BENAR MENCERAHKAN
Ditakdirkan jadi manusia dengan kategori ngga berada, bikin kata LIBURAN bener - bener asing dan jarang ada di kamus hidup saya. Setau saya, liburan adalah duduk manis di rumah, menonton acara TV, baca buku setumpuk pinjeman temen kanan kiri
Jujur saja, persepsi saya dulu mengenai liburan adalah ngabis - ngabisin duit, high-priced, expensive, plush .. ya pokoknya mahalnya minta ampun. Itulah yang bikin saya tidak pernah menganggarkan sepeserpun buat liburan, dalam setiap gaji yang kuterima. Padahal kalo diteliti betul, saya sendiri jarang menikmati lebih dari separo gaji buat kegiatan bersenang - senang pribadi..
Pertengahan mei 2012, teman saya Arum ngajakin saya buat ke Karimunajawa. Pulau eksotis di sebelah barat laut Jepara, yang kata banyak orang sih keren !!! gak kalah sama Bali sunsetnya, gak kalah juga sama maldives gugusan koralnya, dan kalo ngga salah dapet peringkat kedua, sebagai tempat snorkling paling keren se-Indonesia, setelah Raja Ampat di Papua barat sana.Give applause for it...!!!
Seperti pepatah jawa yang mengatakan ONO REGO.. ONO RUPO, abis ditawari sama arum yang lagi horny banget travelling kesana kemari, saya pun coba memikirkan 1 hal yaitu BUDGET, karena ngga menutup kemungkinan mahalnya selangit, dan 1 pertanyaan mengiringi yaitu apa mungkin aku bisa kesana...?
Finally, Setelah melalui beragam pemikiran panjang.. ceilahhhh... akhirnya Yeah.. I'm joining the trip !!!!
Kalkulasi... menurut saya adalah bagian kedua terpenting -maklum dhuafa-. Bareng sama arum , mbak syari a.k.a ipah, mbak putri a.k.a oma, dan mas gilang a.k.a kecu, di masjid kampus UTM, kita mengkalkulasikan semuanya, dan disimpulkan 400 ribu, adalah budget termahal. Which is bisa lebih murah kalo dihemat
Next, "The It Day" jam 2 siang hari jum'at pembuka bulan Juni 2012, dengan perasaan senang - senang tegang
Sesuai dengan judul yaitu LIBURAN YANG BENAR - BENAR MENCERAHKAN !!!, Pencerahan yang pertama dimulai di Perjalanan menuju Jepara, awalnya cuman arum dan mas andika doang yang ku kenal di rombongan backpack kami, sisanya Mbak Putri Mithasari yang lebih suka dipanggil Oma
Kalo boleh jujur buat kedua kalinya.. salah satu hal yang sempat membuat ragu, buat ikutan backpack kemaren itu adalah, aku gak kenal sama mereka bertiga. Pernah terbersit dalam pikiran, buat apa ikutan backpack kalo sama orang yang engga kenal ??? Apa bisa aku membaur sama orang - orang baru, yang ketemu aja jarang, malah ada yang belom pernah berinteraksi pula, wkwkwkwkwkw...
Tapi aku sadar banget kalo kita semua adalah makhluk sosial, ngga mungkin bisa hidup sendirian, maka dari itu atas nama solidaritas sesama ras manusia, menegakkan Ukhuwah Islamiyah, serta bukti Habluminannas-ku yang kagak enol besar, aku lupakan status pertemananku dengan 4 manusia asing tadi.
Awal - awal di perjalanan bis Magelang - Terboyo, dengan sedikit insiden dimarahi pengamen dan dioper
Putri Mithasari a.k.a Oma,
2 Manusia asing lainnya adalah Wahyu Utomo a.k.a mastom, jujur aja 3 tahun jadi adik tingkat, belom pernah liat ni orok, orangnya juga soak, sesoak kulkas yang dipake 2 abad, apalagi kalo dia ketawa, pengen ngelempar upil kedalam mulutnya,
Jadi ceritanya, waktu di bis jurusan Semarang - Jepara kita dapet bis yang udah penuh penumpang, which is berdiri sekitar 1,5 jam-an. Kemudian
Tidak kalah bodoh adalah Andika Surya Adhi, Atlet Renang Jawa Tengah yang udah ngga kehitung piala dan penghargaan renang, baik tingkat Nasional, Internasional sampe Kelurahan Cacaban
Satu lagi, adalah Dahniyar Sri Widyaningrum a.k.a Arum, The Most Wanted Girl UTM 09/10. Bisa dibilang begitu karena laku keras dilirik kaum - kaum adam sekampus sob
Hampir 20 menit aku menulis tulisan ini, sambil memandang beberapa foto yang kulampirkan, tergambar betapa bahagianya kita 1 - 4 juni yang lalu. Banyak makna dan pelajaran yang aku pribadi petik dari liburan kemarin , berikut kesimpulannya :
1. Jangan takut untuk melakukan sesuatu dengan orang baru. Di era banjir girlband kaya sekarang ini, kadang kita harus waspada ketika melakukan segala sesuatu dengan orang baru, salah salah bisa ditipu, dan di..... ahhh pikirkan saja kelanjutannya. Ketika niat melakukan sesuatu itu udah ada, dan niatnya positif, pasti ada jalan untuk kita bisa meng-akrabkan sebuah persahabatan dengan orang baru, yang malah bisa 100 kali lebih baik, lucu dibanding banyak teman yang kita sudah punya sebelumnya.
2. Kesimpulan kedua sih sebenernya buat penulis pribadi, tapi kalo ada yang sama kisah tragis hidupnya boleh lah diresapi. Sah - sah aja punya segudang prioritas
Hahhhh... capeeek... udah ahhh... maaf ya baru jadi sekarang temen - temen ceritanya, see u on the next vacation !!!!
NB. Buat Liiintannng... jangan ngamuk lagi yaaa... mereka orang baik semua kok.....
Kamis, 05 April 2012
Balada Sawah

Indonesia, negara yang sangat saya cinta, memang negara "high context culture", sangat menjunjung tinggi kesopanan, imbas pengamalan sila ke 2 pancasila, kemanusiaan yang adil dan beradab. Mereka senantiasa mencoba untuk menjaga perasaan satu sama lain. Sangat baik memang, namun disatu sisi saya seringkali miris melihatnya, karena tabiat seperti ini membuat seluruh kata - kata yang kita luncurkan keluar dari mulut kita, tanpa kita sadari penuh dengan HIPERBOLA semata.
Salah satu contoh Hiperbola, adalah salah satu quotes dari guru saya, terutama guru IPS, mulai dari sekolah dasar, hingga dosen saya dikampus, selalu mengatakan kalo tanah jawa, tempat saya berpijak sekarang ketika menulis tulisan ini, adalah salah satu tanah tersempit di negara yang sudah 66 tahun merdeka, namun belum memerdekakan rakyat sepenuhnya, merupakan tempat paling padat dihuni oleh manusia.
Sesak, mungkin adalah satu kata yang pas untuk menggambarkan Pulau Jawa, kalo kita memikirkan apa kata guru - guru saya tadi, padahal tidak seluruhnya benar lho. Saya yang notabene sudah 21 tahun hidup di pulau jawa, tidak pernah merasakan kalo pulau jawa adalah pulau yang padat, sampai - sampai tidak ada lahan hijau didalamnya, statement ini salah besar.
Pulau Jawa memang mempunyai Jakarta, Bandung, Surabaya, Solo, Jogjakata, Malang dan kota - kota lain yang terlihat lebih "terpandang" dan seolah - olah memiliki Pulau Jawa ini. Kota - kota yang secara tidak langsung karena kebobrokan tata kotanya-lah yang membuat statement "Tanah Jawa adalah tanah yang sempit" menyeruak kemana- mana. Satu yang terlupa, Pulau Jawa, masih punya Magelang, kota kecil yang saya bisa bilang sedikit mengademkan kota - kota yang identik dengan "panas-nya".
Sama - sama berada di Pulau Jawa namun dengan kekhasan "trully jawa" yang tidak kalah dengan Jogjakarta dan Solo, makanan khas yang tidak kalah sedap dari bakso bromo malang atau batagor bandung, sepak bola yang greget-nya tidak kalah dari Arema Malang, anak- anak muda kreatif yang talentednya tidak kalah bersinar dari anak muda Surabaya dan Jakarta, namun Magelang bagi saya adalah Istimewa, atmosfirnya, orang - orangnya dan satu yang paling saya suka, Sawahnya !!! Ya.. sawahnya, tempat nasi yang kita makan makan 3 kali sehari bahkan lebih setiap harinya diolah dengan penuh rasa syukur dan cinta, sungguh berbeda daripada sawah - sawah di kota - kota lain di pulau jawa ini.
Perlu saya ceritakan kalo saya termasuk tipe orang yang paling tidak suka curhat kepada sesama manusia ketika mempunyai sebuah masalah. Dalam benak saya, masalah yang datang dari tuhan sebenarnya sudah sepaket dengan solusinya. Tidak ada masalah tanpa solusi , sehingga dapat saya simpulkan kalau sebenarnya ketika bermasalah, tanpa perlu kita bergalau ria, mengumbar - umbar masalah ke orang lain, kita sendiri sebenarnya sudah bisa menyelesaikannya.
Beruntunglah 21 tahun ini saya tinggal di Kota Magelang, meskipun kota kecil namun memberikan ruang yang luas untuk melakukan hal apa saja tanpa kesulitan yang berarti, termasuk memberikan tempat untuk saya merenung, mencoba mencari solusi dari setiap masalah yang datang, tempat itulah yang bernama sawah.
Efek dari globalisasi, kadang membuat kita menjadi individual, dan tidak peka terhadap sekeliling, dan sering menganggap remeh hal - hal yang penting. Sebagai contohnya ketika saya menayakan apa fungsi sawah ke beberapa sahabat, banyak variasi jawaban. Ada yang bilang tempat menanam padi, tempat nyari belut , tempat maen jelangkung, tempat paling asyik buat pacaran ( hari gini pacaran di sawah....?? ), sampai tempat paling pas maen layang - layang. Semua jawaban benar, tapi apakah hanya itu saja fungsi dari sawah, tentu tidak.
Setiap harinya, 3 jam aktifitas saya kalau di kalkulasi adalah mobiling, entah kenapa saya selalu memilih melewati jalan dipinggir sawah. Rumah saya di daerah Gebalan Kota Magelang, Kampus saya di Daerah Tuguran Magelang, sehingga jalan yang saya lewati hampir setiap harinya adalah Gebalan Timur, dengan pemandangan sawah dengan latar Gunung Sumbing yang berdiri yang elok namun terkesan congkak tidak mau membalas senyum yang saya lontarkan setiap harinya. Kemudian daerah Cacaban, Boton, Potrobangsan memang menyuguhkan pemandangan perumahan ruwet, namun sedikit terhibur ketika saya melewati daerah dumpoh barat laut, tepatnya di belakang Fisipol UTM.. lagi - lagi sawah dengan pemandangan gunung sumbing menyapa saya lagi.
Mungkin terdengar katrok, hari gini, di era gahooll ghilak.. saya masih memuja sawah. Terserah pemikiran orang, sawah bagi saya tidak hanya tempat menanam padi, tempat nyari belut , tempat maen jelangkung, atau tempat paling asyik buat pacaran, namun sawah menurut saya menyuguhkan sebuah harmoni dari ketenangan serta "trully-nya magelang". Terkadang ketika masalah datang bertubi - tubi, dan saya tidak tau harus bagaimana yang saya lakukan, saya akan menuju ke sawah terdekat. Hanya bermodal duduk, mendengarkan orkestra sawah kota saya yang berbeda dari kota - kota yang lain, saya bisa sedikit tenang dan clue dari penyelesaian masalah mulai tampak sedikit demi sedikit.
Hembusan angin, bunyi gesekan antar padi, burung- burung hingga aliran air, itulah yang membuat saya sangat menyukai sawah. Terlebih suasana sawah magelang sangat berbeda dengan sawah - sawah yang pernah saya datangi di luar magelang, sama - sama sawah, namun atmosfir yang disuguhkan sangat berbeda. Itulah yang membuat saya sangat cinta dengan sawah magelang, dan sangat tidak setuju dengan quotes yang bilang tanah jawa, tanah yang padat. Masih banyak hamparan sawah didalam pulau jawa ini, tempat kita bisa sedikit menikmati kesendirian, merenungkan apa - apa saja yang mengganjal di hati dan pikiran, sehingga demo - demo anarkisme dapat diminimalisir. Tempat kita bisa bersyukur atas apa yang Tuhan berikan kepada hambanya lewat pandangan didepan kita yang disuguhkan-Nya. Pemandangan serta manfaat alam membuat decak kagum, pemandangan petani yang memberikan kita pelajaran, kalau pekerjaan kita 100 kali lebih menyenangakan dibandingkan kerja petani, dan pemandangan yang benar - benar merefleksikan ketenangan.
Sawah...Hamparan permadani hijau, yang memang semakin hari semakin tersisih, seakan melengkapi eloknya magelang, kota yang asri namun senantiasa bersolek untuk perubahan yang lebih baik. Perubahan yang semoga tidak mengorbankan sawahku yang multifungsi, sebagai kedok dari sebuah perubahan.
Jumat, 16 Maret 2012
REALITA PERTAMA
Beberapa orang punya prinsip hidup yang sangat keras. Serupa teroris (maaf....), mereka meyakini kebenaran dengan sangat dan begitu pasti bahwa semua orang harus punya keyakinan yang sama. Serupa-pun tidak boleh. Harus SAMa titik !!. Dunia ini harus seragam dengan.. dengan keyakinan yang ITU. Karenanya, dengan kesungguhan yang tekun, kadang mereka mengibarkan bendera perang, menyeret orang lain pada kebenaran yang dianutnya.
Aliran "garis keras" bisa teraplikasi dalam aneka bentuk. Tempo hari seorang teman dengan setengah bercanda setengah naksir beneran dengan salah satu dosen muda di kampus. Dia selalu mengatakan alamak gantengnya.. alamak pinternya dan alamaaakkk yang lain.Tak seorangpun boleh berkata tidak baik mengenai pujaan hatinya tersebut. Wajahnya sontak berubah ketika ada yang bilang "Ah.. pak malik biasa aja, item elik.."
Well, dalam satu dua hal, bisa jadi kita menggaris keraskan sesuatu. Pertengkaran dengan pacar, misalnya. Bisa jadi persoalan yang sebenarnya sederhana saja. Namun kita dan si dia keukeh sumeukeuh memengang pendapatnya sebagai hal yang benar. Jika kita sudah merasa benar, dan paling benar dalam hal ini, maka kebenaran orang lain menjadi tiada.
Sebuah pertengkaran kecil baru saja terjadi antara sepasang manusia yang baru saja dimabuk asmara. Mimin, sebut saja begitu namanya, dengan nada mesra ke sang kekasih yang tengah dimabukinya itu berkata dengan mesra agar lebih berhati - hati, bila berdekatan dengan lawan jenis. Api neraka itu hukumnya, bagi 2 orang non muhrim yang saling bersentuhan. Kekasih mimin, sebut saja maman, hanya menanggapi santai bahwa non muhrim yang bersentuhan tidak apa - apa, karena hanya bersentuhan biasa, tidak disengaja, tidak ada unsur syahwat di dalamnya, dan memang tidak apa - apa, karena memang tidak pernah berusaha untuk bersentuh - sentuhan.Sontak mimin yang mungkin ilmu yang dianutnya sudah tinggi, mulai meninggi. Mulailah dia mengait ngaitkan dengan dalil - dalil yang maman belum yakin kebenarannya. Mimin melakukan ini dengan alasan cinta yang benar - benar sesuai dengan kaidah keagamaannya. Dan diakhiri dengan saling diam mendiamkan.
Drama selalu akan menjadi akhir dari sebuah pertentangan garis keras. Apa yang didapat ? Tidak ada. Apa yang kemudian kemudian terjadi pada pasangan "pemabuk cinta" itu ? Baiklah, pastinya. Derai airmata, itulah penutup konfrontasi mereka.
Alam Raya ini nyatanya tak sekeras itu kok. Mengapa ? Karena yang berjalan adalah konsekuensi logis. Jika A terjadi, maka B bergerak, dan C mengikuti. Semua berjalan seolah mengayun, manis, harmonis. Bahkan badai paling dahsyat pun lahir dari rangkaian yang tiba - tiba. Ada titik air, desau angin, udara yang memanas (atau mendingin), gerak pohon, dan banyak tanda yang lain.
Saya juga percaya bahwa Nabi Muhammad SAW , junjungan kami semua, tidak mengajarkan agama kami, tanpa memakai jalan damai. Hati memang memegang peranan penting dalam meyakini sesuatu. Semua orang sudah pasti memiliki hati nurani. Jadi mengapa perlu ada garis keras ? Agar dunia lebih berwarna. Agar orang lebih mengerti, menikmati, dan mensyukuri nilainya, pendapatnya, dan orang lain. Namun apabila menyadarkan seseorang tanpa perlu memakai urat dan garis keras, mengapa kita masih memakainya. Karena hanya memunculkan kebencian, dan perpecahan tentunya. Semua orang punya hati, biarkan mereka menapaki hidup dengan tuntunan hatinya.
Tidak ada agama yang paling baik, semua agama mengajarkan hal yang sama, kebaikan. Walau berbeda - beda tata cara, namun dalam pandangan saya, semuanya akan bermuara pada 1 hal yaitu surga.
Aliran "garis keras" bisa teraplikasi dalam aneka bentuk. Tempo hari seorang teman dengan setengah bercanda setengah naksir beneran dengan salah satu dosen muda di kampus. Dia selalu mengatakan alamak gantengnya.. alamak pinternya dan alamaaakkk yang lain.Tak seorangpun boleh berkata tidak baik mengenai pujaan hatinya tersebut. Wajahnya sontak berubah ketika ada yang bilang "Ah.. pak malik biasa aja, item elik.."
Well, dalam satu dua hal, bisa jadi kita menggaris keraskan sesuatu. Pertengkaran dengan pacar, misalnya. Bisa jadi persoalan yang sebenarnya sederhana saja. Namun kita dan si dia keukeh sumeukeuh memengang pendapatnya sebagai hal yang benar. Jika kita sudah merasa benar, dan paling benar dalam hal ini, maka kebenaran orang lain menjadi tiada.
Sebuah pertengkaran kecil baru saja terjadi antara sepasang manusia yang baru saja dimabuk asmara. Mimin, sebut saja begitu namanya, dengan nada mesra ke sang kekasih yang tengah dimabukinya itu berkata dengan mesra agar lebih berhati - hati, bila berdekatan dengan lawan jenis. Api neraka itu hukumnya, bagi 2 orang non muhrim yang saling bersentuhan. Kekasih mimin, sebut saja maman, hanya menanggapi santai bahwa non muhrim yang bersentuhan tidak apa - apa, karena hanya bersentuhan biasa, tidak disengaja, tidak ada unsur syahwat di dalamnya, dan memang tidak apa - apa, karena memang tidak pernah berusaha untuk bersentuh - sentuhan.Sontak mimin yang mungkin ilmu yang dianutnya sudah tinggi, mulai meninggi. Mulailah dia mengait ngaitkan dengan dalil - dalil yang maman belum yakin kebenarannya. Mimin melakukan ini dengan alasan cinta yang benar - benar sesuai dengan kaidah keagamaannya. Dan diakhiri dengan saling diam mendiamkan.
Drama selalu akan menjadi akhir dari sebuah pertentangan garis keras. Apa yang didapat ? Tidak ada. Apa yang kemudian kemudian terjadi pada pasangan "pemabuk cinta" itu ? Baiklah, pastinya. Derai airmata, itulah penutup konfrontasi mereka.
Alam Raya ini nyatanya tak sekeras itu kok. Mengapa ? Karena yang berjalan adalah konsekuensi logis. Jika A terjadi, maka B bergerak, dan C mengikuti. Semua berjalan seolah mengayun, manis, harmonis. Bahkan badai paling dahsyat pun lahir dari rangkaian yang tiba - tiba. Ada titik air, desau angin, udara yang memanas (atau mendingin), gerak pohon, dan banyak tanda yang lain.
Saya juga percaya bahwa Nabi Muhammad SAW , junjungan kami semua, tidak mengajarkan agama kami, tanpa memakai jalan damai. Hati memang memegang peranan penting dalam meyakini sesuatu. Semua orang sudah pasti memiliki hati nurani. Jadi mengapa perlu ada garis keras ? Agar dunia lebih berwarna. Agar orang lebih mengerti, menikmati, dan mensyukuri nilainya, pendapatnya, dan orang lain. Namun apabila menyadarkan seseorang tanpa perlu memakai urat dan garis keras, mengapa kita masih memakainya. Karena hanya memunculkan kebencian, dan perpecahan tentunya. Semua orang punya hati, biarkan mereka menapaki hidup dengan tuntunan hatinya.
Tidak ada agama yang paling baik, semua agama mengajarkan hal yang sama, kebaikan. Walau berbeda - beda tata cara, namun dalam pandangan saya, semuanya akan bermuara pada 1 hal yaitu surga.
Langganan:
Postingan (Atom)











