Jumat, 20 Juli 2012

KEJUTAN PERTAMA RAMADHAN 2012

Hari pertama Ramadhan 2012, ternyata masih sama seperti 6 Ramadhan yang lalu. Bangun saur mepet waktu Imsyak tiba, abis itu beranjak ke Radio buat siaran pagi, that's it. Awalnya ngga nyangka sama apa udah kujalani 6 tahun ini, sampai waktu siaran pagi tadi ada yang sms bilang "Pagi bal, makasih ya udah nemenin aku tiap pagi di ramadhan 4 taun ini, berasa makin enak aja ngelewatin pagi, abis subuhan dengerin UTM chaioo" Das.. 1 sms yang membuatku langsung flashback ke 6 tahun yang lalu.

Emang bener, aku mulai masuk UTM Radio, radio tempatku belajar banyak hal sekitar Agustus 2006, setaun kemudian aku lulus SMA, dan Ramadhan datang menjadi ramadhan pertamaku siaran pagi disana, yang Alhamdulilah masih ku nikmati sampai sekarang.

Masih dalam rangka flashback, aku ingat - ingat lagi perjuanganku belajar disini. Belajar bersama dengan teman - teman sejawat gimana siaran yang baik, akhirnya sedikit demi sedikit bisa. Then, ketika yang lain udah stuck cuman belajar siaran doang, aku mulai melirik ruang produksi. Iseng ngeliatin mas are, seniorku dulu, mixing program paket acara ku jalani, dan prakteknya ketika siaran dan ruang produksi kosong, aku beranikan diri buat ngutik - ngutik software Cool Edit Pro, and Finally I can use it !!!

Berikutnya masih terus belajar secara otodidak si bos mencium gelagatku udah bisa mixing. Akupun diplot buat paroan mixing paket acara program. Seniorku yang notabene guru mixingku secara ngga langsung, udah stuck cuman mixing paket acara gituan, aku naik kelas. Aku coba buat mixing sebuah iklan, gimana menjiwai sebuah peran dalam dialog iklan, gimana jadi narator, sampai gimana memilih background music yang pas buat sebuah produk. The story goes on, and I can handle it.

Lagiii, kualitas siaranku yang kata sibos bisa dijadiin panutan, membuatku menjadi mentor buat junior2. Inget banget waktu itu ada Ocha, Dista, Mamet, Lea, Rilly, Bio, Mozza, Viska, Fella, Imel, Mikha sampe yang rada lebih tua dari aku Didon, Rheno, Nara, Dinta, Jesica, Inka, Risa, Karindra. Pelan - pelan ngajarin mereka gimana nulis script, sampe gimana mixing ku jalani. Lewat fase inipula sebenarnya feedback ke aku banyak banget, salah satunya aku jadi tau karakter orang. Terlebih karakter orang yang money oriented dan yang tidak.

Lanjutt, bisa Produksi dan Program, aku pengen naik kelas lagi. Aku belajar menjadi seorang Music Director, ini otodidak lagi. Aku coba menguping radio2 kelas wahid di Surabaya, yang katanya jadi wilayah yang punya banyak radio the best. Habis menguping lewat tatanan lagunya, kucoba aplikasikan di radioku dan banyak sambutan positif, padahal intinya adalah Ritme kawan, menyamakan ritme dengan target audience program radio pada acara itu. Lancarr sampai sekarang.

Tidak kalah membanggakan -versiku sendiri- adalah ketika bosku hamil dan cuti. Akulah yang memberanikan diri menghandle banyak program dan Radio yang mulai terbengkalai, karena ausnya pengawasan beliau. Mulailah aku mensetting acara drama radio mingguan, dari pembuat naskah, pengcastingan tokoh, menyutradarai, sampai memixing. Lancar sampai 6 bulanan, sesuai prediksiku. Semenjak saat itu mulailah aku mulai memprogram beberapa pernik di setiap segmen acara dalam 20 jam mengudaranya radioku.

See... dari ceritaku, terkuak banyak kisah menyenangkan bareng UTM Radio, yang memang memberiku banyak keleluasaan buat berkreasi. Tidak salah kalau bos dahulu pernah berkata, aku hanya belajar di tempat ini. bukanlah bekerja.

Benar kawan, benar.. Aku banyak belajar di tempat ini, mulai belajar apa itu kedisiplinan, belajar lebih memanusiakan manusia, belajar bahwa manusia adalah manusia bukan robot yang tentunya memiliki banyak keterbatasan. Belajar legowo menghadapi perpisahan -baca: resign- bahwa setiap manusia berhak buat menentukan perubahan dirinya. Karyawan yang reisgn dan membelot ke radio tetangga, tidak layak dibenci, tapi lebih harus disemangati di tempat baru, agar terus memberikan performa brilian, dari penerapan ilmu yang sudah didapat, dari tempat lama, dari ilmu sang bos sendiri. Karena fakta mencatat, jebolan penyiar UTM Radio, pasti diterima di radio manapun, namun jebolan Radio manapun, belum tentu diterima di UTM Radio.

Belajar menyelami sisi positif dari sebuah tindakan kesemena - menaan, itulah main point yang kudapat selama 6 tahun lebih ini. Satu hal lagi kawan, aku merasa beruntung juga diberikan banyak sekali kewajiban disini. Karena mendidikku menjadi pekerja keras, ditengah keterbatasan. Semakin memperkuat keyakinanku dahulu tentang sebuah kata, Kerja Ikhlas ladang Ibadah.

Inilah sedikit kejutan pertama Ramadhan tahun ini. Kejutan lainnya nanti kuceritakan.

2 komentar:

  1. hmmm ga ngerti mesti ngomong apa baca ini

    BalasHapus
  2. catatan dedengkot UTM Radio... chaiyoooo!!!! semangat melanjutkan... yey yey yey

    BalasHapus