Sabtu, 13 Agustus 2011

Tepatnya Malam Sabtu


oleh Bilal Adzaniqbal pada 14 Agustus 2011 jam 0:13

Tepatnya malam sabtu, sekuat tenaga merampungkan segala macam tetek bengek pekerjaan sebelum jam 18.00.

Tepatnya malam sabtu, pergi meninggalkan kantor diiringi tatapan aneh kawan sejawat, karena tanpa edeng aling - aling semangat pulang. "Ngacirrr"-begitu bahasa kami-, mendahului mereka. Padahal seperti biasa, dan seperti suratan kontrak tak bermaterai, selalu mereka dulu yang pulang meninggalkan saya yang selalu pulang ketika kantor sudah sepi.

Tepatnya malam sabtu, pulang kantor dengan perasaan happy se-happy happy-nya.

Tepatnya malam sabtu, ketika pertama kali melihatnya duduk diatas motor birunya didepan SMP Negeri 4 Magelang, memakai helm warna biru, dengan berbalut jaket dan jilbab warna pink yang sangat serasi dengan senyumnya yang mengembang, ketika melihat saya yang belum mandi waktu itu. *Pulang kerja man !!

Tepatnya malam sabtu, ketika pertama kali merasakan sebuah pudding campur2, tapi sebut saja "pudding dewi ayu" yang menjadi sebuah pudding ter-enak yang pernah saya lahap. Pudding yang sepertinya dibuat menggunakan embel - embel cinta, dan dibuat dengan sepenuh hati tentunya. Appetizer yang sukses membuat saya sadar kalau saya bodoh sekali, selalu lama membalas sms-nya, dan sering me-reject setiap telfonnya. Loh !!

Tepatnya malam sabtu, berteman dengan 2 porsi sate lontong, 2 plastik es dawet ijo yang santannya agak basi -memalukan-. Namun membuat pembicaraan berdua terasa paling menyenangkan sepanjang sejarah.

Tepatnya malam sabtu, beradu argumen lewat sms bersama bulik bulik tersayang, yang diakhiri dengan kesimpulan kalau ponakannya sudah besar *ehem

Tepatnya malam sabtu, membolos tarawih berjamaah di masjid Al Amin Gebalan, -12 hari belom pernah absen sob-

Tepatnya malam sabtu, kedua mata sipit saya -yang berbinar - binar- tidak berhenti menatap kagum kearah perempuan yang terlahir ke dunia 28 Februari 2011 eh salah 1991, nah itu yang betul. Gaya bicaranya, ekspresi ketika dia bercerita, mimik muka ketika dia memberikan saran, terekam dengan sempurna.

Tepatnya malam sabtu, baru tersadar kalau sayalah yang sering membuat hatinya kelu.

Tepatnya malam sabtu, terungkap fakta kalau sejatinya kita memang sama2 saling menyayangi dari dahulu kalaaa, -alaaah !!- dan parahnya setelah lebih dari 3 tahun baru bisa menyatu.

Tepatnya malam sabtu, menghabiskan waktu 73 menit, dari jam 18.21 sampai dengan 19.32, membuat saya menyesal terlalu menomorsatukan perkerjaan, dan menomorsekiankan bidadari manis asli njaranan itu.

Tepatnya malam minggu, menjadi buka puasa bareng pertama dan buka puasa terindah. Sekaligus pembukaan mata hati, kalau sekarang saya tidak sendirian.

Tepatnya malam sabtu, 12 Agustus 2011.

Nb. Ucapan Terima Kasih tidak terperi dan terkira -alah !!!- Untuk Lintang Ayu Dewiningrum :) Ditunggu schedulu buber part 2.

WHY I LIKE SATURDAY ???


oleh Bilal Adzaniqbal pada 30 Juli 2011 jam 23:10

Sama seperti kebanyakan orang, yang menyukai hari sabtu, hari tempat turunnya insentif untuk karyawan yang bergaji mingguan, hari yang disebut wakuncar, bahkan hari yang paling disukai para pegawai negeri *ehem*, saya pun juga sangat menyukai hari ke-6 dalam kalender mingguan.

Bukan karena bakal ketemu sama orang tersayang *lirik mbak lintang ay ay... Tapi lebih karena setiap hari sabtu, saya banyak melakukan hal - hal menyenangkan.

Hari sabtu terakhir saya di bulan juli ini diawali di jam 05.24 *Thank's for Nara Fajarudin yang sudah membangunkan saya lewat telepon 39 detik yang mengabarkan kalo dia telat siaran dan bertanya password fanspage *hahahaha... dilanjut dengan shalat subuh dan tidur lagi *jarang - jarang man, bisa tidur - tidur ayam pagi pagi !!!!

Jam 9.20 pagi, masih dalam kondisi yang sangat ngantuk saya kembali terbangun karena pijatan enak embah putri tersayang. Sama seperti habit beliau, sambil memijat dia memberikan banyak sekali petuah khas orang tua, yang diakhiri dengan kabar kalo balsem balpirik hijau kesukaannya sudah habis, karena terakhir dipakai untuk ubo rampe memijiti saya. *pinter kan mbah saya ???

Tidak mau merasakan Euforia "Libur" terlalu lama, setelah bersih2 kamar, maen2 sama chabolita yang makin pinter ngambil duit kecil - kecilan, ngerusakin kompor *untuk ngga tabung LPG-nya ngga sampe meledak sob wikikiki !!! saya pun berangkat ke Radio jam 13.00.

Walaupun "list" pekerjaan di setiap hari sabtu memang banyak - banyaknya, tapi saya nikmati semuanya, karena semuanya terasa menyenangakan dan menantang...!!! Diawali dengan membuat paket berita harian, kemudian diajak didon deborah makan pak jon *mie ayam porsi kuli. Memandu teman - teman UKAI rekaman paket pernik ramadhan, rekaman paket acara chart, mixing sketsa ramadhan, dilanjutkan dengan dengan mendengarkan lagu - lagu baru yang akan dirilis mulai senin depan dan berakhir dengan siaran program curhat - curhatan sampai detik ini.

3 Tahun sudah sepertinya, saya menjalani kegiatan menyenangkan ini, namun belum pernah sekalipun disambangi oleh rasa bosan, karena kegiatan - kegiatan yang "terlihat" berat ini, sebenarnya penuh dengan kejutan - kejutan fantastis. Salah satunya membuat saya bisa melakukan apa saja. Bahkan seringkali tersadar kalau semua bentuk pekerjaan saya lakukan selama ini brilian !!! bisa membentuk karakter saya menjadi orang yang gila akan pekerjaan - pekerjaan baru. Maka dari itu pemikiran takabur sering menghampiri, yaitu apa yang akan terjadi ketika saya pensiun atau mendapatkan "ladang" di tempat yang baru, dengan beban mengolah "ladang" tidak seberat sekarang ?????

Itulah sekelumit kisahku bersama hari sabtu. Selamat Hari Sabtu Kawan.... walaupun terlambat 23 jam 09 menit. :)

Sambil menunggu pemancar "on" jam 04.50.


Masih sangat jelas tergambar bagaimana sibuknya 372 hari yang lalu, 6 bulan masa penyembuhan kedua pergelangan tangan yang jatuh pasca kecelakaan biasa yang akibatnya fatal *wekekekeee.. kerasanya sampe detik ini sob !!

Penuh perjuangan diiringi konfrontasi bersama orang - orang yang mencintai saya waktu itu, yang sebenernya melarang pembukaan Gips yang membalut kedua tangan saya dari siku, sampai jari jari tangan yang sangat menyiksa saya !!!!! Hanya satu alasan mereka BELUM WAKTUNYA.. eh tapi ada juga yang bilang "takut tulangnya belum nyambung"-lah sehingga bisa membahayakan cedera saya, padahal dari pembicaraan keluarga dan dokter tulang RSI kota magelang yang sempat saya kuping, menyatakan kalau tangan saya tidak akan bisa kembali sehat seperti sedia kala.

Tertakdir *alah.. menjadi seorang penyandang cacat, awalnya memang merupakan pukulan terberat. But Life must Go On !!! Bermodal nekat dengan sugesti diri sendiri "aku bukan penyandang cacat, aku bukan penyandang cacat, aku bukan penyandang cacat, aku bukan penyandang cacat, aku bukan penyandang cacat" kubuka secara paksa Gips yang sukses membuat kedua tangan saya tambak lebih putih dari semua bagian kulit saya yang agak sawo gembading.

Awal - awal memang menyakitkan *dan menggelikan tentunya. Mengetik 1 kalimat UTM RADIO UNIVERSITAS TIDAR MAGELANG RADIO MORE INFORMATION MORE MUSIC dengan kecepatan tercepat 2 menit, menggerayangi "cool edit pro" hanya mixing standar yang biasanya hanya 1 menit menjadi 17 menit..Tapi biarlah, karena saya percaya kita bisa karena terbiasa.

Bagaimana dengan sekarang ???

Sumpah serapah famili yang dulu mencegah "upacara pembukaan Gips" yang mereka sebut "belum waktunya" akhirnya terpatahkan. Keterbatasan memang akan selalu mengikuti kita, namun saya pikir sugesti yang kuat, kalau kita bisa melakukan sesuatu dengan banyak keterbatasan, menurut saya adalah sebuah intro yang tepat untuk sebuah Perjuangan keras, yang berujung syukur tak terkira.

Selamat Pagi Iqbal :)

Mencoba Menulis Kembali

Sebenernya sudah lama banget, pengin nulis.. eh salah, ngenote di facebook lebih tepatnya, karena menulis, sebenernya sudah jadi kegiatan sehari - hari saya. Allright, Akhirnya dengan niat sangat mantab, saya me-minimize script2 program ramadhan dan mulai online di facebook, menuju ke catatan, mengklik tab "tulis catatan" yang berujung mulai menulis tulisan ini.

Sempat melihat sekilas, di Archive Note facebook, terakhir saya memposting catatan di tanggal 17 januari 2011 sebelumnya 4 Januari, sebelumnya lagi 22 Desember 2010 , 17 Desember, 26 November, 20 November dll.. See..!!! dulu bisa dibilang saya sedikit agak produktif, cuman akhir - akhir ini kenapa jarang ada postingan catatan baru bikinan saya lagi??? Apakah ide kreatifitas saya mati ??? Oh tentu tidak, hanya saja saya sedang disibukkan dengan banyak sekali kegiatan menuntut ilmu (baca:kerjaan lagi banyak bos)

Ya.. saya selalu menganalogikan pekerjaan sebagai sebuah ladang ilmu dan ladang Ibadah !! LADANG ILMU..LADANG IBADAH sekali lagi LADANG ILMU...LADANG IBADAH !! sedikit "agak" berbeda dengan manusia lain di bumi ini yang selalu mengkiaskan pekerjaan dengan UANG, UANG, UANG, UANG. sehingga muncullah pepatah Fixed Salary, No Way to do an extra Job !! *maaf pepatah bikinan sendiri !!!

Karena Orientasi pertama kali makhluk - makhluk ini adalah UANG UANG UANG UANG UANG UANG, dan lagi lagi UANG UANG UANG UANG UANG UANG..!! terkadang Performa kerja mereka juga 100% terpengaruh oleh uang, dan inilah salah satu hal yang paling sangat saya benci. Ketika gaji tetap namun Job mereka "sedikit bertambah" mereka jadi malas mengerjakan pekerjaan itu, kalaupun tetap mengerjakan.. dengan dibumbui sedikit kata2 kekecewaan, dan hasil pekerjaan itu kadang kurang sempurna.

Motto dan Jalan pikiran manusia memang berbeda, mungkin lantaran terlalu memuja Ilmu Ekonomi kaleee ya, antara kebutuhan manusia yang tidak terbatas tapi gaji kok terbatas banget.. hihihihihi. Sehingga muncullah sebuah Quote "kalo kerjaan aja nambah, kenapa gajiku ngga nambah??? "

Anyway mungkin belum terpikir di diri orang2 ini, kalau selain berkontribusi mengisi pundi2 rekening kita di bank, sebuah pekerjaan-pun juga punya andil besar menyalurkan banyak ilmu baru ke diri kita, KALAU KITA SADAR dan mencoba memaknainya !!! Salah satunya menurut saya adalah Ilmu tentang KEPUASAN !!! ya KEPUASAN !!! bagaimana kita bisa menikmati kepuasan, atas apa yang sudah kita dedikasikan untuk kemajuan tempat kerja kita. Sehingga dari buah pemikiran, keringat dan do'a. Tempat kerja kita sedikit berwarna dengan sedikit kontribusi kita.

Pemikiran gila mungkin ya, kalau semisal di dunia ini tidak ada uang, hehehe.. tapi saya sering kali memikirkan itu, ketika uang sendiri tidak ditetapkan sebagai alat tukar, Apakah orang - orang ini tetap loyal dengan pekerjaan mereka dan bekerja dengan baik...?????