Selasa, 21 Desember 2010
UNTUK IBU
Di awal 22 desember ini saya sedang merindukan omelannya. Teringat sekali semasa masih sekolah dulu, hampir tiap hari omelan selalu keluar dari mulutnya, mulai dari omelan karena perbuatan saya yang ngga penting, sampai omelan yang benar - benar omelan. Sayangnya tahun - tahun berlalu, atas nama mengikuti kedewasaan, omelan demi omelan berkurang yang berujung tidak ada sama sekali.
Sangat jelas di ingatan, dahulu menganggap keberadaan saya dirumah selalu membuat darah tingginya naik ( sadis banget ini !!! ) sehingga tidak jarang selalu menyuruh saya untuk bermain bermain dan bermain. Kemudian kala pulang malam, beliau membukakan pintu rumah dengan diiringi omelan yang bahkan sampai 2 hari omelan dan serapahnya masih terngiang - ngiang di telinga, itupun interval antara saya mengetok pintu dengan pintu terbuka bisa dibilang lama.
Namun bedakan dengan sekarang, seringkali beliau berkata "mbok kolo-kolo ki prei to nang!!! mbegogok ngomah mengko tak nyet-nyet !!!. Ya nyet - nyet bahasa gaul keluarga kami untuk menyebut pijat. Sebuah kegemaran masa kecil yang sering saya memintanya, namun jarang dikabulkan. Selanjutnya dengan tatapan penuh cinta dan kasih sayang ( serta sedikit belas kasihan ), beliau membukkan pintu rumah setelah tidak lebih dari 10 detik saya mengetuknya, dan ketika masuk rumahpun voilla...!! segelas teh manis di meja selalu sudah tersaji, untuk kembali membuat kerongkongan lembab seusai siaran malam, ending dari aktifitas sehari - hari saya.
Dari sedikit perbedaan habit antara sekarang dan masa lalu diatas, ada 2 kebiasaan yang masih beliau lakukan. Pertama adalah selalu menyiapkan nasi bekal, dan langsung dimasukkan ke tas saya begitu saya mau berangkat ke kampus. Kedua adalah Wejangannya yang nyaris sama " sak sibuk sibuk'e kowe nek mung ndurusi sibuk ora klakon mandek, neng ojo ngasi sibukmu ngalahi sholat karo manganmu le.." artinya adalah kalo berlandaskan atas nama sibuk, kita pasti bakalan sibuk terus, namun jangan sampai karena sibuk, bikin kita lupa sholat dan makan. 2 habit ini bikin saya pengen meluk Ibu !! 1 lagi kebiasaan Ibu yang semakin bikin saya ngga mau melepaskan diri dari pelukan dan belaiannya, adalah seringnya ada uang yang tiba - tiba aja nyelip di dompet saya sadar sebelumnya sudah kosong, ketika saya konfirmasi beliau hanya berkata "kolo - kolo to le,mamak wes suwi ora nyangoni kowe..teko ditompo,ojo sok nolak rejeki !! " jawaban yang bikin hati bergetar.
Masih dalam kondisi kedua pergelangan tangan yang lumayan agak ngilu namun masih saya paksa untuk ngetik, saya jadi teringat tragedi 10 Februari 2010, hari dimana saya mulai menjadi orang cacat. Semakin jelas dipikiran, ketika kondisi kedua tangan memakai Gips, Ibulah orang yang menyuapi saya ketika makan, membantu mengangkat gelas dan mememinumkan air ke mulut saya ketika dahaga melanda, memandikan saya ketika saya ingin mandi, sampai yang nyebokin setelah saya boker !!!, hal tersebut berlangsung selama kurang lebih 2,5 bulan sampai gips saya dibuka.
See..?? banyak sekali pengorbanan yang dilakukan Ibu kepada saya..!! Sama halnya juga dengan kamu yang sedang membaca tulisan ini, sudah banyak saya yakin, yang dilakukan Ibu kamu untuk anaknya tersayang, namun sering kali kita buta dan tidak sadar atas perjuangan beliau dan bertindak semena - mena yang berujung membuat air mata keluar dari pelupuk matanya. Anehnya..walau kadang sering dizolimi oleh anaknya, cinta Ibu kepada anaknya tidak berkurang..!!
I Love U Mom
( satu kalimat yang bahkan masih susah untuk kita ucapkan didepannya secara langsung )
nb : sedikit refleksi untuk yang masih berlaku tidak semestinya kepada Ibu
Sabtu, 18 Desember 2010
BEGADANG
Beralaskan tikar dan beratapkan langit di jam setengah 3 pagi !! hawa dingin sepertinya hanya saya saja yang merasakan. Melalui penglihatan mata ini, orang - orang disekitar saya sama sekali tidak terlihat kedinginan, padahal saya pribadi mengaku sekarang dalam kondisi sedang kedinginan. Jaket yang saya pakai tidak mampu menahan dinginnya angin pagi yang menusuk tulang. Very Ironic !! apalagi kalau melihat jajaran 4 wanita didepan saya, rata - rata mereka melepas jaketnya dan hanya berkaus. Bahkan cewe bavaria nan semlohai yang saya ngga tau namanya, sedang ngelendot mesra di pundak pacarnya, hanya memakai tank top ( gak masuk angin apa ya..?? )
Honestly sebenarnya setelah siaran tadi malem selesai,rencana mau segera cabut pulang dan mendengarkan acara wayang di radio tetangga. Walaupun selama ini selalu rajin mendengarkan tapi tetep aja ngga mudeng gimana jalan ceritanya, mendengarkan wayang udah menjadi kebutuhan sekunder buat saya,alunan gamelan, suara dalang dan sinden serta tokoh dalam cerita seakan bikin acara begadang seminggu sekali yang sudah terschedule selama 2 tahun ini menjadi menyenangkan. Bisa dibilang ini adalah karma, dulu selama almarhum bapak saya masih hidup, dialah orang yang paling saya semprot di setiap hari minggu , selasa , dan kamis pagi. Why..??? karena malam sebelumnya beliau selalu mendengarkan wayang di radio dan hal ini membuat saya kebisingan sehingga tidak bisa tidur, yang berujung bangun pagi menjadi tidak berasa segar. Sekarang, kenyataan malah berbalik dan sekarang hal yang dulu menjadi hal yang paling dibenci, eh sekarang malah menjadi hal yang sangat disuka. Begitupula dengan begadang seperti malam hari ini, saya menemukan esensi dari begadang. Rhoma Irama dalam lirik lagunya mengatakan jangan begadang bila tak ada artinya. Cuman kalau kita pikirkan hal - hal yang dilakukan dalam dalam begadang rata - rata sama, ngopi , ngobrol maen - maen , bersenda gurau dan lain sebagainya dan rata - rata selalu dianggap tidak ada artinya, padahal disinilah letak dari esensi begadang yaitu kebersamaan dan refreshing.
Kebersamaan karena dengan begadang, yang dulunya ngga kenal jadi kenal, yang dulunya cuman sahabat menjadi sahabat dekat dan membuat yang akrab menjadi amat sangat akrab. Sedangkan refreshing saya artikan sebagai diri saya sendiri yang selama 6 hari berturut - turut bekerja siang malam,sekaranglah fase dimana kepenatan akan kerjaan saya tanggalkan dan isi otak dan pikiran dengan hal - hal lucu yang didapat dari kegiatan begadang ini , kegiatan yang secara tidak sadar sudah menguras 17 ribu rupiah untuk sekedar penyuap mulut agar terus berceloteh.
dan saya pun lalu menyudahi aksi menulis ini untuk memfokuskan diri bergabung dengan obrolan mereka ( alasan utamanya sebenarnya laptopnya udah mulai lobat )
ahh..begadang memang menyenangkan kawan !!
PRAKATA
Entah kenapa sejak ada orang yang bilang "TULISAN KAMU BAGUS !!!! RINGAN NAMUN AMAT SANGAT LUGAS ..!! " saya jadi berhasrat buat terus menulis,apapun yang sedang saya rasakan,imbasnya langsung kepada pemaksaan 10 jemari tangan yang sudah cacat ini untuk segera menari di atas keyboard, mereka menari lewat komando dari otak yang otak itu sendiri dikomando oleh Hati..*ehemmmm
Walaupun sedang dalam kondisi amat sangat semangat menari di atas Keyboard,sebenarnya ke-10 jemari cacat ini ternyata sedang mengalami luka hati yang teramat dalam.Luka menghadapi kenyataan kalo mereka tidak bisa lagi melihat hasil kolaborasi tarian mereka dengan sang Keyboard selama kurang lebih 9 bulan terakhir ini.Entah di Hack orang atau karena emang lagi error *tapi kalo error kok cuman punya gua doank...?? Isi dari Kotak Masuk,Kotak Keluar dan Draft di-akun Email saya tiba - tiba kosong mlompong,padahal selama ini karya - karya Masterpiece saya *APA SEEEHHH..saya simpan di draf email,sesuai saran yang saya terapkan dari guru Elektro dan TIK SMP saya dulu Mister MARDJONO,yang dia sempet ngomong kalo Email jauh lebih safety buat nyimpen data daripada Flashdisk.
ke-10 jari yang sekarang masih menari sambil menitikkan air mata *ya olohhhh bahasanyooooo..mungkin akan sedikit bisa tersenyum dan bersemangat menyeka air matanya setelah mendengar kabar baik ini, karena sang Empu yang punya jari tidak terbiasa berlama - lama bersedih,7 menit yang lalu dia sudah membuat akun email baru sebagai tempat penyimpanan masterpiece - masterpiece selanjutnya.Beliau sudah membuat email baru lagi dengan diiringi jampi - jampi agar kedepan email ini tidak rusak lagi,sehingga kolaborasi dari jari dan Keyboard bisa tetap abadi untuk selamanyaaa..
Selang menit berlalu sekarang sang Empu akan segera mempersilahkan sang Jemari yang sudah mulai berkeringat dan terlihat letih,untuk menyudahi aksi menarinya dan segera masuk ke peraduan pertamanya,peraduan yang masih terasa lebar karena hanya baru terisi sang jemari seorang.Sekalinya masuk dia langsung berdoa agar dia sang Empu bisa segera mendapatkan Inspirasi,agar sang Jemari bisa kembali berkolaborasi bersama Sang Keyboard,dan hasilnya bisa mengisi Peraduannya,Peraduan yang dahulu berisikan hasil tarian antara Jemari dan Keyboard..peraduan yang dulu hilang sekarang bangkit kembali..
Prakata pendek sebagai Ucapan Selamat datang kepada akun email baru :masskabul@yahoo.co.id :)
Remembering
Senin malam yang lalu,waktu lagi berkutat dengan lagu - lagu ( kerjaan tetap ) tanpa saya sengaja,terkliklah Folder B3 November 2006,Bulan dimana 4 tahun yang lalu saya mulai siaran di UTM Radio Magelang 98,8 FM.Ada banyak Lagu lama disitu namun entah kenapa Jari telunjuk mengklik 2 kali ke Lagu How Do I Breathe dari Mario..Asli !!! begitu lagunya udah mulai terputar,Dassss.....!!!Ingatan saya lalu melayang di era tahun 2006,Era dimana saya mulai ketrima disebuah radio baru di Magelang,menyisihkan ratusan anak - anak SMA yang waktu itu juga ikutan sebuah ajang pencarian bakat dibidang Broadcast,yang diselenggarakan UTM Radio.Waktu itu saya termasuk 1 dari 10 penyiar remaja yang diterima.Inget banget waktu hari - H pengumuman,orang yang sampe sekarang masih jadi "Rekan" saya ngasih sebuah amplop yang begitu saya buka dirumah dan isinya menyatakan kalo saya diterima,langsung surat itu saya sobek!!!agak aneh memang,mengingat sampe sekarang ada temen angkatan saya yang melaminating surat keterangan kalo dia diterima itu,dengan alasan sebagai kenang-kenangan kesuksesan dia*alay banget..
Sambil terus dengerin Lagunya Mario saya kemudian menghentikan kerjaan bikin playlist *itung-itung istirahat !!! Kantor udah mulai sepi,hanya menyisakan Bio salah satu penyiar remaja yang lagi siaran,sama Furi yang lagi rekaman paket.Dalam suasana middle up tempo lagu How Do I Breathe,saya membiarkan imajinasi melayang ke masa lalu.Setelah dinyatakan diterima,hari berikutnya saya dipertemukan sama 9 penyiar SMA lain yang juga diterima,buat dikasih sedikit pengarahan tentang dunia Broadcast,Standar Operational Program di UTM kaya' gimana,discuss tentang nama udara yang berakhir dengan Penentuan Jadwal Siaran.Bulan Pertama saya dapet jatah 2 kali seminggu Senin dan Rabu jam 6 sampai 9 malam Itupun duet sama Nera di hari senin dan Pinka di hari Rabu.Sambil terus dengerin Lagu yang juga sempet jadi top request diawal- awal saya menikmati peran sebagai sebagai seorang penyiar,saya membayangkan masa - masa Training dulu ( baca: Traineenya galak sob !! )
Mungkin karena terlalu menikmati masa - masa siaran sebagai Penyiar SMA,waktu yang bergulir cepat jadi ngga berasa,tiba - tiba udah setahun siaran, dan udah diambang menuju Ujian Akhir,temen - temen saya yang notabene juga senasib mau ujian,Asti,Nesya,Nera,Pinka sama Gwen udah dari sebulan sebelum ujian mengajukan cuti,beda banget sama saya yang tetap Profesional *give me applause plok plok plok..ngga mengajukan cuti.Bisa anda bayangkan hari Selasa Ujian Nasional,Senin malam tetap saya siaran,walaupun sampai rumah sempat kena semprot sama almarhum bapak saya yang kala itu sempet menyumpah serapahi,kalo sampe gak lulus bakal bikin perhitungan sama Bos saya..
Asli !!! Begitu denger sumpah itu,sempet si menyesal kenapa gak nurut apa kata bos yang dulu pernah menyarankan saya buat vakum sementara dari Siaran,tapi dengen kebulatan tekad emang aku tolak,karna pada dasarnya siaran emang udah jadi kebutuhan Primer buat saya.Lagian dulu temen - temen saya pada off karena sibuk dengan Les sana sini,dan beberapa lagi sibuk belajar mengasah otaknya yang emang rada tumpul ( maaf buat yang merasa ).Nah sementara saya yang punya gak punya kesibukan apa - apa ,berpikiran dari pada makin stress dengan pelajaran yang berujung malah mati sebelum ujian,isi aja dengan Refreshing !!! dan siaran adalah sarana Refreshing yang sangat mujarab.Toh walopun sempet kena semprot orang tua dan kena gunjingan temen2 kalo lagi "ngejar setoran" !! ( maaf lagi buat yang ngerasa ) Nilai ujian saya bisa dibilang MEMUASKAN..
Lagu Mario How Do I Breathe ngga terasa udah 9 kali ter-replay,Lamunan saya tiba2 terhenti waktu salah satu rekan saya Didon Debora dateng dengan suara melengkingnya, menyapa saya dengan suara cempreng2 gemblodang "Heeeiii Ciiiiiiiiieeeeen".Acara Melamun secara otomatis terhenti sementara namun ngga berselang lama saya lanjutkan lagi. Di Lamunan bagian kedua ini , imajinasi saya tidak melayang ke masa lalu,hanya berkaca pada apa yang saya kerjakan sekarang. Sangat sulit dipercaya , saya orang biasa yang "kayaknya" baru kemaren ketrima di tempat ternyaman kedua sedunia ( nomor 1nya rumah saya-red ) eh.. udah 4 tahun aja mengais rejeki dan ikut berkeringat membangun UTM Radio yang balesannya sih adalah adanya orang yang tau- tau mengidolakan saya*preeettt hoek cuihhhh . Satu hal yang saya pikirkan sesaat setelah diterima dulu , kalo Dunia Radio hanya sebatas Siaran saja ternyata suwalah buwesar. 4 tahun ini bisa dibilang adalah pembuktian penyanggahannya .
Dunia Broadcast ternyata memang Kompleks sekompleks kerjaan saya,sehingga Rincian Job Description saya sering kali membuat rekan rekan pada berkata "Buseeeeeeeeeeeeeeeetttt Kerjaaaaan lo balllllllll " Mereka pikir memang banyak , tapi kata - kata "Kita bisa karena Terbiasa" itu yang jadi pegangan buat mengarungi banyaknya Kerjaan yang saya konotasikan sebagai sebuah Permainan . So That's Why I'm still Enjoy and Love with my Job. Andai ada Fakultas Pengelolaan Perusahaan Media "Radio" , bisa saya ibaratkan, saya sedang mengikuti perkuliahannya sekarang dalam fase belajar Mata Kuliah Siaran , Music Director , Scriptwritter , Producer , Programmer , Production Staff bahkan Officer,nah masalahnya kalo buat meraih gelar strata 1 dibutuhkan waktu 4 tahun,sayangnya dalam waktu 4 tahun ini saya malah merasa ilmunya masih kurang. Masih ada banyak kejutan Ilmu yang belum terkuak yang bakal saya pelajari sampai dengan hari "Wisuda" yang waktunya masih misterius. Kalimat "Semakin kita mendalami satu bidang Ilmu,semakin kita akan merasa kecil dan bodoh" agaknya memang benar adanya.
The Special Gift
Sempat terpikir kalo saya ini sebenarnya adalah babi dalam kandang yang berisi Mutiara,pemikiran terbalik dari yang sering terbersit dalam benak diri selama ini.Sangat disayangkan, diri ini tidak pernah tersadar kalau terlalu enjoy dengan comfort zone-nya.Zona yang selama ini selalu menjadi Prioritas. Prioritas yang selalu dianggap sebagai kewajibannya kewajiban. Prioritas yang sebenarnya merenggut masa depannya sedikit demi sedikit, namun selalu dijunjung tinggi dan tidak mau diganggu gugat. Prioritas yang mengubah persepsi kebaikan dari seorang malaikat menjadi awalan kehancuran. Prioritas yang mengabsurdkan diri sendiri yang sebenarnya seperti babi menjadi seolah se-eksotis Mutiara.
Well, mungkin pemikiran yang terlalu cupetlah yang menjadi sumbu perkara selama ini. Masalah dangkal yang terlalu amat sangat dipikirkan terlalu kejauhan. Padahal kalau diajalani dengan prisip "go with the flow" pun tidak mungkin berantakan sebenarnya. Pemikiran ini pula-lah yang menyebabkan penyakit hati sering sekali menerpa, salah satunya yang menganggap mutiara sebagai babi dan sebaliknya. Ah namun manusia banyakan yang OT ( sisi lain dari diri ini tiba - tiba berontak ) sangat jarang orang - orang seusia saya , bahkan yang lebih dewasa sekalipun yang mungkin bisa beradaptasi dengan kondisi seperti diri ini. Kondisi dimana segala sesuatunya bisa dibilang sedang "Liar - Liar-nya" namun harus bisa mengekang dan mengendalikan atas nama "BAKTI" .
See ?? Kalau sudah menyangkut masalah bakti, bisa dibilang segala sesuatunya menjadi it's a must !!!, selalu mencoba mentaati apa yang sudah dititahkan sebagai wujud tanda penghormatan kepada sang pemberi titah, itulah sang Prioritas , yang selama ini selalu dicamkan baik - baik di diri sang babi, yang selama ini menganggap dirinya sebagai seonggok mutiara. Sebenarnya tidak ada penyesalan dalam relung hatinya, hanya saja orang - orang disekitarnya saja yang akhir - akhir ini membuatnya sadar kalau bakti-pun sebenarnya juga tidak se-strenght yang selama ini dipikirkannya. Sang pemberi titah ( sebut saja sang Raja ) yang sedang berada dalam peraduan nyamannya, mungkin sekarang sedang tidur - tidur ayam sambil melihat ke sang babi yang sedang menjalankan amanahnya. Sang Raja pun sudah mempunyai penilaian tersendiri terhadap sang babi, sejak hari pertama memberi titah hingga detik ini bergulir, bukti nyata dari baktinya selalu terekam. Hal ini membuat banyak dari mutiara - mutiara disekitar babi berkata kalau Sang Raja dipastikan akan sangat puas melihat hasil bakti dari sang babi. Keadaan ini pula yang membuat Sang Raja menitahkan sang mutiara untuk membujuk sang babi agar menyudahi aksi baktinya dan segera memikirkan Dharma Baktinya untuk dirinya sendiri. Satu pesan sang Raja untuk sang babi kurus adalah tetap setia mendengarkan acara wayang dan harus mengoleksi kisah - kisah pewayangan, karena wayanglah sarana perekat antara babi dan Sang Raja.
Nb : Kado Ulang Tahun untuk Almarhum bapak tercinta yang terlalu dini 15 hari
Selasa, 14 Desember 2010
dari sang anak buat Ayah Tercinta
di ujung jemari yg tengadah
atau mgkn di antara kerumunan tak brtuan
Matamu tak seindah dulu,yg berani,gigih,dan penuh harapan
kini letih,putus asa dan padam
barangkali waktu tlh memakanmu
atau peliharaanmu yg merepotkan?
ah,aku yakin itu kau
tangan kecilmu itu mengingatkanku pada sosok yg kuat
menggendong kwintal demi membeli hidup
pembuluh darah yg menyembul seluas sungai brmuara
tanda prnh kau alirkan kasih di dalamnya
tidak salah lagi,itu kau!
Tubuh ringkihmu itu pernah sehangat matahari pagi
meski kini sedingin pualam dan rapuh
dngan itu pula prnah kau lindungi anak istrimu dr marabahaya,bhkn jika harus brtaruh nyawa,smua mnjdi mudah bgimu
tapi mengapa kau sudi pergi?
Kmudian mengasing di sudut masa?
Aku tahu itu kau,
seorang Bapak,
seorang lelaki,seorang pejuang
dan sebuah nama yg dipahat rapi di jumat pagi.
cerita tentang pagi
Pagi berharap pada Pelangi,agar mengikuti bintangku,menyambut dunia baruku,tempat dimana aku akan pergi jauh,mengambang dalam aliran yang tenang.
Pagi mengikuti kemana arus membawaku,memesan jalan dihari esok,tanpa terbebani siapapun.
Mengambang dalam aliran yang tenang,Pagi mengikutiku kemana arus membawaku.....