Sepertinya aku pernah mengenalmu
di ujung jemari yg tengadah
atau mgkn di antara kerumunan tak brtuan
Matamu tak seindah dulu,yg berani,gigih,dan penuh harapan
kini letih,putus asa dan padam
barangkali waktu tlh memakanmu
atau peliharaanmu yg merepotkan?
ah,aku yakin itu kau
tangan kecilmu itu mengingatkanku pada sosok yg kuat
menggendong kwintal demi membeli hidup
pembuluh darah yg menyembul seluas sungai brmuara
tanda prnh kau alirkan kasih di dalamnya
tidak salah lagi,itu kau!
Tubuh ringkihmu itu pernah sehangat matahari pagi
meski kini sedingin pualam dan rapuh
dngan itu pula prnah kau lindungi anak istrimu dr marabahaya,bhkn jika harus brtaruh nyawa,smua mnjdi mudah bgimu
tapi mengapa kau sudi pergi?
Kmudian mengasing di sudut masa?
Aku tahu itu kau,
seorang Bapak,
seorang lelaki,seorang pejuang
dan sebuah nama yg dipahat rapi di jumat pagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar